LPKR Lewat LippoLand Hadirkan Inovasi Hunian Berkualitas Untuk Semua Segmen

AKURAT.CO Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestate Indonesia (REI) mengungkapkan bahwa realisasi investasi sektor properti mencapai Rp75 triliun sepanjang semester I-2025.
Ketua Umum (Ketum) DPP REI, Joko Suranto bahkan menyebut kondisi tersebut mulai membaik. Sehingga, pihaknya optimistis bisnis real estate akan tetap terakselerasi sepanjang paruh kedua tahun ini.
Sejalan dengan realisasi investasi tersebut, bisnis pasar real estate juga tumbuh 3,71% selama periode Januari-Juni 2025. Diikuti sektor konstruksi yang tumbuh di level 4,98%. Sementara itu, kredit properti juga tercatat tumbuh 7,62% hingga Juli 2025.
Dalam pandangan REI, kombinasi antara peningkatan investasi, pertumbuhan pasar, dan dukungan pembiayaan perbankan menjadi bukti kuat bahwa sektor properti tetap menjadi motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Menyambut momentum positif tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, melalui LippoLand, menegaskan komitmennya untuk turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyediaan pilihan hunian yang relevan dengan berbagai segmen masyarakat.
Baca Juga: Keberlanjutan Jadi Kunci Transformasi LPKR
Mulai dari keluarga muda hingga kelas menengah ke atas, LippoLand menghadirkan beragam proyek seperti Cendana Suites, XYZ Series, Q Livin, Blackslate Homes, The Hive Series, Belmont Homes, Bentley Homes, hingga The Allegra di kawasan unggulan Park Serpong, Lippo Karawaci, Lippo Cikarang Cosmopolis, dan Tanjung Bunga Makassar.
CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menambahkan bahwa meski ekonomi global penuh tantangan, kinerja perusahaan tetap solid. Hingga paruh pertama 2025, LPKR telah meraih 40% dari target pra penjualan yang sebesar Rp6,25 triliun.
"Pencapaian ini membuktikan minat masyarakat terhadap properti tetap kuat, sekaligus menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan komitmen perusahaan dalam serah terima tepat waktu," ujarnya.
Di sisi lain, pendapatan pada sektor real estate yang meningkat 51% secara tahunan (YoY) menjadi Rp3,46 triliun, juga didukung oleh serah terima unit hunian tapak, hunian vertikal, dan komersial di berbagai proyek. Sementara itu, EBITDA yang tetap stabil di Rp526 miliar, mencerminkan ketepatan waktu dalam penyelesaian proyek.
Dengan cadangan lahan strategis yang luas 370 hektar di Lippo Village, 485 hektar di Lippo Cikarang Cosmopolis, 342 hektar di Tanjung Bunga Makassar, dan 165 hektar di berbagai wilayah potensial lainnya- perusahaan memiliki fondasi kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
Dengan semangat optimisme, LPKR -melalui LippoLand- menegaskan akan terus memantau dinamika global dan mengelola risiko secara proaktif. Perusahaan yakin, pasar properti Indonesia memiliki prospek cerah, terutama dengan dorongan generasi muda yang menjadi motor pertumbuhan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








