Akurat

BBM Masih Langka, Shell Sebut Hanya 5 SPBU Masih Punya Stok Bensin

Dedi Hidayat | 2 Oktober 2025, 11:06 WIB
BBM Masih Langka, Shell Sebut Hanya 5 SPBU Masih Punya Stok Bensin

AKURAT.CO Shell Indonesia mengungkapkan bahwa hampir seluruh SPBU miliknya mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin.

Menurut catatan Akurat, terjadi kelangkaan pasokan BBM di SPBU milik badan usaha swasta. Dimana saat itu, beberapa pom pengisian BBM tidak menyediakan jenis BBM Ron 92 sampai 98 dan hanya menyediakan BBM jenis diesel.

Presiden Direktur & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyampaikan bahwa saat ini SPBU milik Shell hanya menjual bahan bakar berjenis diesel saja.

Baca Juga: Shell Indonesia Perkenalkan Pembaruan Shell LubeHealth di Mining Indonesia 2025

Untuk BBM jenis bensin, Ingrid menuturkan bahwa hanya ada sekitar lima SPBU saja yang masih memiliki stok bensin.

“Kalau untuk BBM jenis bensin bisa dikatakan hampir seluruh SPBU kami sudah mengalami situasi stock out. Saat ini yang ada mungkin tidak ada sampai 10, hanya sekitar 5 SPBU yang kalau kami melihat besok malam mungkin juga sudah habis,” kata Ingrid saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (1/10/2025).

Ingrid menyampaikan, kondisi kekurangan pasokan BBM ini sebenarnya sudah diantisipasi sejak pertengahan tahun. Shell, kata dia, telah mengajukan permohonan kuota impor tambahan sejak Juni 2025 menyusul meningkatnya permintaan dari konsumen.

Namun, respons resmi baru diterima pihak Shell melalui surat Wakil Menteri ESDM tertanggal 17 Juli 2025 yang menyampaikan adanya pembatasan impor.

Baca Juga: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM Swasta

“Jadi terkait adanya pembatasan importasi. Mungkin seperti Bapak-Ibu ketahui surat tersebut mengatakan bahwa import saat ini dibatasi hanya 10% di atas penjualan dari tahun 2024,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Shell melakukan serangkaian rapat koordinasi dengan Kementerian ESDM, termasuk pertemuan dengan Menteri ESDM pada 19 September 2025.

Dalam pertemuan itu, diputuskan bahwa Pertamina Patra Niaga akan menyediakan pasokan BBM dalam bentuk base fuel.

“Saat ini kami masih dalam pembahasan B2B sesuai dengan anjuran dari Bapak Menteri terkait pasokan import base fuel saat ini sedang berlangsung,” tutur Ingrid.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.