Ciri dan Kode Emas Palsu yang Wajib Anda Ketahui
Eko Krisyanto | 18 Agustus 2025, 17:12 WIB

AKURAT.CO Emas merupakan salah satu instrumen investasi paling populer karena nilainya yang relatif stabil dan diterima secara luas. Namun, tidak semua emas yang beredar di pasaran adalah emas asli.
Ada saja oknum yang mencoba memalsukan emas demi keuntungan pribadi. Oleh karena itu, penting bagi setiap investor dan pembeli untuk mengetahui kode pada emas palsu serta ciri-ciri fisik emas lainnya agar tidak tertipu.
Membedakan emas asli dan palsu tidak selalu mudah. Dibutuhkan ketelitian dan pengetahuan. Secara umum, emas asli memiliki karakteristik fisik tertentu yang dapat Anda periksa.
Emas murni 24 karat sangat lunak, berwarna kuning cerah, dan tidak bereaksi terhadap magnet. Namun, seiring kemajuan teknologi pemalsuan, cara-cara tradisional ini terkadang tidak lagi cukup.
Memahami Kode Emas dan Ciri-Ciri Utama
Setiap perhiasan atau emas batangan asli yang dijual di pasaran biasanya memiliki cap atau kode tertentu yang menunjukkan kadar kemurniannya. Kode ini dikenal sebagai hallmark dan merupakan standar internasional.
Kode Angka:
-
999 atau 24K: Menunjukkan emas murni 99,9%.
-
750 atau 18K: Menunjukkan emas dengan kadar 75% emas murni dan 25% logam lain.
-
375 atau 9K: Menunjukkan emas dengan kadar 37,5% emas murni.
Tanda Produsen
Selain kode angka, biasanya terdapat cap atau logo dari produsen emas, seperti Antam untuk emas batangan di Indonesia.
Namun, jangan hanya percaya pada cap atau angka, karena hal tersebut pun bisa dipalsukan. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa lebih dari sekadar kode.
Dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, salah satu cara paling efektif adalah dengan memeriksa sertifikat keaslian yang menyertai setiap pembelian emas batangan. Sertifikat ini harus sesuai dengan kode seri yang tertera pada fisik emas.
Cara Praktis Mengenali Emas Palsu
Jika Anda tidak yakin dengan kode pada emas atau tidak memiliki alat khusus, ada beberapa metode sederhana yang bisa Anda coba:
- Uji Magnet: Emas asli tidak bersifat magnetis. Jika perhiasan atau emas batangan menempel kuat pada magnet, kemungkinan besar itu bukan emas murni. Namun, logam palsu lain yang tidak magnetis juga bisa menyerupai emas, jadi hasil uji ini tidak sepenuhnya menentukan.
- Uji Kepadatan: Emas memiliki kepadatan yang sangat tinggi. Jika Anda memegang perhiasan yang tampak besar namun terasa ringan, bisa jadi itu bukan emas asli.
- Uji Suara: Saat dijatuhkan di permukaan keras, emas asli mengeluarkan bunyi denting yang nyaring dan bertahan sejenak, berbeda dengan logam lain yang cenderung berbunyi tumpul atau pendek. Namun, uji ini bersifat subjektif dan hasilnya bisa berbeda tergantung bentuk dan ukuran emas.
Selain itu, selalu beli emas dari toko atau distributor resmi yang terpercaya. Ini akan mengurangi risiko mendapatkan emas palsu secara signifikan.
Membeli emas adalah investasi jangka panjang yang memerlukan kehati-hatian. Mengetahui kode emas palsu dan ciri-ciri fisik emas asli adalah langkah awal yang sangat penting.
Selalu periksa kode kemurnian, sertifikat, dan lakukan uji sederhana seperti uji magnet dan kepadatan. Dengan bekal pengetahuan ini, Anda dapat berinvestasi dengan lebih aman dan menghindari risiko kerugian akibat emas palsu.
Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








