Dukung Program 3 Juta Rumah, ESDM Siapkan Sambungan Listrik dan Jaringan Gas

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk terus mensukseskan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu program pembangunan 3 juta rumah.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan bahwa pihaknya akan membantu pemasangan listrik lewat program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Selain itu, Yuliot menyampaikan bahwa pihaknya juga akan membantu menyambungkan setiap rumah yang terbangun dengan jaringan gas rumah tangga (jargas).
“Jadi dari Kementerian SDM kita juga menyiapkan jaringan gas atau jargas untuk pemukiman-pemukiman baru mencapai target 3 juta sambungan rumah ini,” kata Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (15/6/2025).
Baca Juga: Legislator: Program Jaringan Gas Bumi Alternatif Gantikan Penggunaan Elpiji
Kementerian ESDM, kata Yuliot terus melalukan koordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) selaku eksekutor utama program 3 juta rumah.
“Ini yang kita lagi konsolidasikan sekarang dan juga dari sisi penganggaran di Kementerian ESDM sudah kita siapkan," tambahnya.
Lebih lanjut, Yuliot memastikan bahwa seluruh proses pemasangan sistem kelistrikan maupun sambungan jargas di rumah-rumah baru tersebut tidak dipungut biaya atau gratis.
"Akan memakai jargas dan ketersediaan jaringan listrik juga kita pastikan, termasuk mekanismenya pemasangan gratis dari pemerintah," ujar Yuliot.
Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah atau Program 3 Juta Rumah menjadi salah satu komitmen nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia dari ketimpangan sosial ekonomi.
Program 3 Juta Rumah bertujuan untuk memberikan akses hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin dan kelas menengah bawah.Serta mempersempit kesenjangan antara masyarakat kota, desa dan pesisir.
Program 3 Juta Rumah merupakan penjabaran dari Asta Cita Presiden Prabowo, yakni melanjutkan pengembangan infrastruktur dan membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi.
Program ini bertujuan untuk menyediakan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama keluarga berpenghasilan rendah.
Menurut Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, sektor perumahan bisa menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini tidak hanya mengurangi backlog perumahan, tetapi juga menggerakkan sektor konstruksi, bahan bangunan, tenaga kerja, dan investasi swasta. Dampaknya akan langsung terasa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Fahri.
Dengan pendekatan terintegrasi antara pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan pemerataan ekonomi wilayah, Program 3 Juta Rumah diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









