Arasoft dan Kemendikdasmen Latih Guru SMA Bikin eBook Interaktif Standar Global

AKURAT.CO Arasoft, edutech asal Korea Selatan yang didukung oleh NIPA bekerja sama dengan Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) Kementerian Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Kemendikdasmen) melatih lebih dari 100 guru SMA dari 16 provinsi untuk membuat eBook interaktif berbasis standar global EPUB 3.0.
Direktur Sekolah Menengah Atas, melalui perwakilannya Rina Imayanti, menyatakan program ini merupakan langkah strategis memperkuat kompetensi guru dalam memproduksi konten pembelajaran digital.
Rina menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar pilihan, namun langkah strategis nasional untuk menjawab tantangan masa depan.
“Kami berharap, para guru SMA menjadi pelaku utama dalam menginisiasi budaya literasi digital yang tidak hanya adaptif, tapi juga kreatif dan kontekstual dengan kebutuhan siswa,” kata Rina dalam keteranganya, Rabu (8/6/2025).
Baca Juga: Arasoft Gandeng IPB Press dan Pemkot Tangerang Digitalisasi Publikasi Akademik dan Pemerintah
Pelatihan memanfaatkan Namo Author, perangkat authoring berbasis HTML5+CSS3 dari Arasoft, serta Dabonda, aplikasi pembaca lintas-perangkat yang mendukung format EPUB, DOCX, PPT, dan PDF.
Seluruh karya peserta divalidasi langsung oleh tim teknis Arasoft untuk memastikan kualitas dan kelayakan distribusi di sekolah.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menutup kegiatan dengan menegaskan pentingnya keberlanjutan program serupa di seluruh wilayah Indonesia.
“Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan langkah taktis menuju masa depan pendidikan yang inklusif secara teknologi,” ujarnya.
Kerja sama Kemendikdasmen, Arasoft, dan National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Korea Selatan ini diharapkan menjadi pendorong pemerataan kompetensi guru, penguatan literasi digital, dan peningkatan daya saing pendidikan menengah Indonesia di tingkat global.
Workshop ini juga dinilai sejalan dengan agenda prioritas Kemendikdasmen dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berdaya saing global.
Langkah itu melalui program strategis seperti Wajib Belajar 13 Tahun, penguatan karakter, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, literasi-numerasi berbasis teknologi abad ke-21, pemenuhan sarana pembelajaran digital, serta pengembangan bahasa dan sastra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









