SKK Migas Sebut Potensi Produksi 100.000 Barel Minyak per Hari dari Sumur Rakyat

AKURAT.CO Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ungkap adanya potensi minyak hingga 100.000 barel per hari (bph) dari sumur minyak rakyat.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan potensi ini menyusul diterbitkannya Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.
Dimana pemerintah membuka ruang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengelola sumur minyak rakyat.
Baca Juga: SKK Migas Ungkap Satu Proyek Hulu Migas Bakal On Stream Pekan Depan
Djoko menyebut saat ini pemerintah baru mendeteksi adanya 30.000 sumur minyak rakyat yang hanya tersebar di Sumatera dan Jawa Tengah.
Jika masing-masing sumur dapat mengasilkan minyak 1 sampai 2 barel per hari (bph). Maka, terdapat potensi tambahan lifting minyak dari sumur masyarakat sekitar 30.000 bph.
“Nah kalau satu sumur 2 barel, 30.000, ini lebih dari 30.000, baru 3 provinsi. Itu, kali 3 (dari 30.000 sumur), sudah 90.000. Kalau 2 barel, 60.000. Satu barel saja 30.000,” kata Djoko di Kementerian ESDM dikutip, Rabu (30/7/2025).
Apalagi, kata Djoko jumlah sumur tersebut masih bisa bertambah dan berpotensi jumlahnya hampir mencapai 100.000 sumur.
Dengan begitu, jika rata-rata setiap sumur memproduksi 1 barel per hari, produksi minyak dalam negeri berpotensi bertambah 100.000 bopd hasil dari sumur rakyat.
"Nanti kalau dari masing-masing provinsi lain kan kondisinya bisa besar sekali. Saya sih melihat potensi ya, bisa 100.000 barel. Potensi loh,” ujarnya.
Baca Juga: SKK Migas Minta KKKS Rampungkan KSO Sumur Rakyat
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut ada sekitar 30.000 sumur rakyat yang terdeteksi.
Hal tersebut dikatakan Bahlil setelah melakukan rapat koordinasi perdana terkait sosialiasi Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.
Dalam rapat tersebut, Bahlil mengundang beberapa pihak seperti Menteri terkait, Gubernur, Bupati, hingga Pertamina.
“Semua kita bahas agar ini bisa jalan dan sumur-sumur masyarakat setelah dicek lagi itu di atas 20.000. Ya sekitar 20 sampai 30 ribu sumur,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Selasa (29/7/2025).
Bahlil menuturkan, terkait mekanisme pengelolaan sumur-sumur yang layak akan dikelola melalui skema kerja sama, tetapi tidak secara langsung dengan perusahaan besar.
Sebaliknya, pengelolaan akan diberikan kepada koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang memenuhi syarat.
“Jadi bukan asal dikerjasamakan. Pengelolaan akan dilakukan oleh koperasi, BUMD, dan UMK, tapi tentu bukan koperasi abal-abal, bukan koperasi jual kerupuk atau sembako,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









