AKURAT.CO Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2025 menunjukkan performa positif dengan capaian USD24,61 miliar, atau naik 9,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut ditopang oleh sektor non-migas, terutama dari industri pengolahan yang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (1/7/2025), menyampaikan bahwa nilai ekspor non-migas mencapai USD23,50 miliar, meningkat 11,89% secara tahunan. Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai USD19,76 miliar.
“Peningkatan secara tahunan ini utamanya disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor kelapa sawit, logam dasar bukan besi, barang perhiasan, semikonduktor dan komponen elektronik lainnya, serta kimia dasar organik dari hasil pertanian,” ujar Pudji.
Baca Juga: Beda Garis Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia, Mana Yang Benar?
Komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang tertinggi dalam peningkatan ekspor, dengan kenaikan mencapai 63,01%. Selain itu, komoditas besi dan baja naik 27,58%, serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya meningkat 45,11%.
Pertumbuhan sektor industri pengolahan pada Mei 2025 menandai pergeseran daya dorong ekspor nasional ke produk bernilai tambah tinggi. Kontribusi sektor ini sebesar 14,92% terhadap kenaikan ekspor non-migas menegaskan peran vitalnya dalam struktur perdagangan luar negeri Indonesia.
Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya menyumbang USD3,11 miliar, meskipun mengalami penurunan. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menunjukkan kontribusi positif sebesar USD0,63 miliar.
Baca Juga: BPS: Curah Hujan Tinggi Ancam Produktivitas Petani
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia dari Januari hingga Mei 2025 mencapai USD111,98 miliar, atau naik 6,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor ke tiga negara utama China, Amerika Serikat, dan India berkontribusi sebesar 41,16% dari total ekspor non-migas.
Kinerja ekspor industri pengolahan yang kuat ini menjadi bukti penguatan struktur ekonomi nasional menuju basis manufaktur yang lebih kompetitif di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah










