Penyelamat Masih Menyisir Korban Tabrakan Kereta di Spanyol yang Tewaskan 69 Orang

AKURAT.CO Tim penyelamat masih menyisir gerbong-gerbong yang hancur untuk mencari korban kecelakaan kereta cepat di Spanyol. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 69 orang, sementara publik menuntut penjelasan atas kecelakaan terbaru tersebut.
Pada Kamis malam, alat berat berupa derek dikerahkan untuk mengangkat bagian-bagian bangkai kereta dari kecelakaan yang terjadi pada hari Rabu itu. Petugas darurat juga mengevakuasi jenazah terbungkus selimut dari salah satu gerbong di provinsi Toledo, Spanyol bagian tengah.
Pemimpin wilayah, Emiliano Garcia-Page, menyatakan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 69 orang. Jenazah korban ditemukan selama proses evakuasi yang melibatkan penggunaan derek, terutama pada salah satu gerbong yang masih dalam posisi terbalik.
Di antara korban tewas dalam kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa sejak peristiwa anjloknya kereta di Santiago de Compostela pada tahun 2013, terdapat Fatima Banez—mantan menteri tenaga kerja yang memimpin divisi tanggung jawab sosial dan korporat di asosiasi pengusaha Spanyol.
Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa, berdasarkan informasi sementara, terdapat 42 warga negara asing dari tujuh negara yang terlibat dalam kecelakaan tersebut; satu orang dilaporkan tewas dan setidaknya tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa 57 orang yang terluka masih dirawat di rumah sakit.
Kecelakaan ini semakin mendesak perdebatan mengenai aspek keselamatan di jaringan kereta cepat Spanyol—jaringan kereta cepat terpanjang di Eropa yang sebelumnya menjadi kebanggaan nasional.
Di tengah keterkejutan masyarakat Spanyol yang menuntut jawaban atas penyebab kecelakaan ini, para masinis tetap melanjutkan aksi mogok kerja yang telah direncanakan sebelumnya, guna mendesak peningkatan investasi dalam keselamatan perkeretaapian.
"Kami akan terus menuntut langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sektor ini aman kembali... Sektor ini harus memiliki semua sistem keselamatan yang disyaratkan untuk mempertahankan standar kualitas yang selama ini kami jaga," ujar Diego Martín dari serikat masinis kereta api, SEMAF.
"Dalam situasi apa pun, kami tidak dapat menoleransi kejadian seperti ini terulang kembali," katanya di stasiun kereta api Atocha, Madrid.
Renfe, operator kereta api milik negara, menyatakan bahwa pemogokan tersebut menyebabkan gangguan signifikan pada layanan kereta api. Penumpang dapat menukar atau membatalkan tiket tanpa dikenakan biaya, dan mereka akan diberi tahu mengenai layanan yang terdampak.
Kecelakaan ini—yang menyusul kecelakaan fatal lainnya pada bulan Januari yang melibatkan perusahaan kereta api yang sama di jalur yang sama—juga telah mengganggu rangkaian kampanye untuk pemilihan umum sela pada 29 November. Para pemimpin dari dua partai utama Spanyol bahkan menangguhkan kegiatan kampanye mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







