Bos BPH Migas Sebut Kuota BBM Solar hingga Pertalite Naik Signifikan di 2026
Camelia Rosa | 1 Juli 2025, 14:06 WIB

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memproyeksi subsidi BBM pada tahun 2026 akan mengalami kenaikan, baik itu Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar, Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite, dan JBT minyak tanah.
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati mengatakan proyeksi BBM bersubsidi tahun 2026 sudah dilaporkan kepada Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dalam rangka penyusunan outlook APBN 2025, Rancangan APBN 2026 dan midterm budget framework tahun anggaran 2027-2029.
Ia menyebutkan bahwa, kuota BBM Solar untuk APBN 2026 diusulkan 18,531 juta kiloliter (KL) sampai 18,742 juta KL. Artinya, angka ini naik dari kuota yang dialokasikan tahun 2025 sebesar 18.441 juta KL, dengan pencadangan 443 ribu KL.
"Pertama kuota untuk JBT minyak solar diusulkan sebesar 18,531 juta kiloliter sampai dengan 18,742 juta kiloliter," ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR, Senin (30/6/2025).
Erika menambahkan, untuk minyak tanah, pihaknya mengusulkan alokasi sebesar 0,517 sampai dengan 0,535 juta KL. Angka ini naik dari kuota yang dialokasikan sebesar 0,516 juta KL dengan pencadangan 8.948 KL.
Sementara kuota JBKP Pertalite untuk APBN 2026 diusulkan sebesar 31,229 juta KL sampai dengan 31,230 juta KL, naik dari kuota yang dialokasikan sebesar 31,130 juta KL dengan pencadangan 100 ribu KL.
Ia menuturkan, angka usulan itu diasumsikan apabila tidak ada perubahan regulasi dan kebijakan terkait dengan pengaturan konsumen-pengguna yang tercantum pada Lampiran Peratuan Presiden (Perpres) No 191 tahun 2014.
"Angka proyeksi tersebut didapatkan melalui perhitungan menggunakan metode statistik dan juga mempertimbangkan usulan dari badan usaha penugasan," kata Erika.
Dijelaskannya, realisasi volume JBT minyak solar periode Januari-Mei 2025 mencapai 38,13 persen atau 7,20 juta KL, sedangkan prognosa tahun 2025 mencapai 94,32 persen, naik 1,09 persen dari realisasi volume tahun 2024.
Kemudian realisasi volume JBT minyak tanah periode Januari-Mei 2025 mencapai 39,76 persen atau 0,21 juta KL, sedangkan prognosa tahun 2025 mencapai 96,25 persen dan turun 0,59 persen dari realisasi volume tahun 2024.
Selanjutnya realisasi volume JBKP Pertalite periode Januari-Mei 2025 mencapai 37,14 persen atau 11,60 juta KL, dengan prognosa di akhir tahun 2025 mencapai 93,32 persen dan turun 1,82 persen dari realisasi volume tahun 2024.
"Secara keseluruhan realisasi JBT dan JBKP pada tahun 2025 masih di bawah kuota APBN," imbuhnya.
BPH Migas, lanjut dia, melakukan pencadangan terhadap kuota yang telah ditetapkan dalam APBN, yaitu sebesar 452.653 KL terdiri dari minyak tanah sebesar 8.948 KL dan minyak solar sebesar 443.705 KL. BPH Migas juga melakukan pencadangan untuk alokasi JBKP sebesar 100.000 KL.
"Jadi ini dari kuota yang tercantum di APBN ini masih kita cadangkan sebagian, ini akan kita lihat nanti evaluasi pada akhir tahun biasanya menjelang Nataru itu juga dibutuhkan kuota yang lebih besar itu masih bisa kita lepaskan dari cadangan," tukas Erika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








