Akurat Logo

Pemerintah Targetkan 350.000 Rumah Subsidi di 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ahada Ramadhana | 25 Mei 2025, 23:00 WIB
Pemerintah Targetkan 350.000 Rumah Subsidi di 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025.

Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pemerintahan, khususnya di era Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah wujud nyata dari program yang pro rakyat, meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah yang layak huni dan berkualitas,” ujar Ara, Minggu (25/5/2025).

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Bank Tanah, BP Tapera, serta perbankan dan pengembang, dalam mewujudkan target pembangunan 3 juta rumah untuk rakyat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk perbankan yang telah menyalurkan KPR FLPP serta pengembang yang membangun rumah subsidi yang berkualitas,” ucapnya.

Ara juga mengingatkan perbankan untuk menyalurkan FLPP secara tepat sasaran dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Puan Respons Wacana Kenaikan Dana Parpol: Harus Dikaji, Utamakan Efisiensi dan Kesejahteraan Rakyat

“Saya ingatkan agar perbankan menyalurkan FLPP dengan baik. Jangan sampai anggaran APBN ‘diternakkan’—dibiarkan mengendap—dan tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rional Silaban, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh target tersebut.

Pemerintah siap mengalokasikan anggaran FLPP untuk 350.000 unit rumah.

“Namun Menteri Keuangan meminta DJKN untuk memastikan ketersediaan suplai agar rumah sebanyak itu benar-benar bisa terserap,” jelas Rional.

Ia menambahkan, pemerintah akan meningkatkan alokasi dana FLPP melalui BP Tapera dari Rp18,7 triliun menjadi lebih dari Rp30 triliun.

Selain itu, penyertaan modal negara (PMN) untuk SMF juga naik dari Rp4,8 triliun menjadi lebih dari Rp6,2 triliun.

“Menkeu ingin memastikan dana tidak hanya mengendap di bank, tapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk rumah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rional.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah membuka akses bagi pengembang untuk memanfaatkan tanah milik negara, termasuk aset eks BLBI, guna mempercepat penyediaan rumah subsidi.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia Siap Bersama China Wujudkan Kawasan Bebas Konflik

Sebagai informasi, pada kuartal I 2025, BP Tapera telah berhasil menyalurkan FLPP untuk 53.874 unit rumah.

Jumlah ini melonjak 1.173,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4.229 unit.

Capaian ini menjadi tonggak sejarah penting dalam pemerintahan Prabowo dan bukti nyata kehadiran negara dalam membantu rakyat memiliki rumah pertama melalui skema KPR FLPP.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.