Petronas dan Medco Dorong Teknologi CCS untuk Transisi Energi Berkelanjutan

AKURAT.CO Teknologi Carbon Capture Storage (CCS) digadang-gadang menjadi syarat utama dalam menjaga keberlanjutan industri migas.
Executive Vice President & CEO Upstream Petronas, Mohd Jukris Abdul Wahab menuturkan fokus perusahaan saat ini memang mengembangkan portofolio bisnis hulu migas. Petronas saat ini juga mulai membangun fondasi untuk penerapan CCS.
Sebab menurutnya, CCS memiliki peluang bisnis cukup besar di masa depan lantaran tidak hanya sebagai pendukung bisnis hulu migas melainkan bisa juga dijadikan bisnis tersendiri.
Baca Juga: Petronas Bidik Lapangan Migas di Madura Beroperasi pada 2027
"Kami memiliki strategi transisi energi yang jelas di Petronas. Prioritas kami adalah pada dekarbonisasi. CCS menjadi solusi yang efisien dan merupakan bagian dari agenda transisi energi kami. Khusus untuk CCS, kami memutuskan untuk menjadikannya sebagai bisnis tersendiri," ungkap Jukris dalam sesi Global Executive Talk, IPA Convex 2025, Selasa (20/5/2025).
Dirinya juga menuturkan, Petronas sendiri sudah memiliki proyek hub CCS dengan menggandeng beberapa mitra dari Jepang, Korea Selatan dan Singapura untuk menjadikan Malaysia sebagai tempat penyimpanan CO2.
Namun demikian harus diakui Jukris bahwa tantangan utama dalam penerapan CCS adalah biaya yang masih tinggi.
"Biaya menjadi tantangan utama karena mencakup proses penangkapan CO₂, transportasi, pemrosesan, dan penyimpanan di lepas pantai. Jadi, yang sedang kami fokuskan sekarang adalah membangun kerangka komersial yang kuat di tiap tahapan agar secara ekonomi tetap layak," tutur Jukris.
Dalam kesempatan yang sama, President Director PT Medco Energy International Tbk (MEDC), Hilmi Panigoro mengakui bahwa kehadiran CCS sangat penting di era transisi energi apalagi di sektor migas.
Dirinya tidak menampik ditengah dorongan penerapan CCS ada tantangan berupa kebutuhan biaya yang besar. Tapi dia memastikan dengan teknologi yang terus berkembang bisa menekan biaya sehingga Medco tidak akan ragu untuk mengimplementasikan CCS.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Energi, Hilirisasi dan Lifting Migas Jadi Sorotan
"Tentu ini soal pertimbangan biaya dan manfaat. Kami akan pasang sistem untuk mengurangi CO₂ selama biaya masih masuk akal dan proyeknya tetap layak secara ekonomi," ujar Hilmi.
Sementara itu, Managing Director and CEO Mubadala Energy, Mansoor Mohamed Al Hamed menjelaskan dengan adanya transisi energi maka ini sesuai dengan strategi perusahaan yang lebih membidik pada pengembangan gas.
Menurut dia strategi perusahaan sejalan dengan road map ketahanan energi Indonesia. Sehingga sangat tepat jika Mubadala Energy menjadikan Indonesia sebagai salah satu portfolio investasi.
Mansoo menerangkan, Mubadala Energy saat ini tengah menjadi sorotan dalam industri migas tanah air setelah menemukan cadangan gas yang signifikan di sumur eksplorasi Layaran-1 dan Tangkulo-1 di Wilayah Kerja South Andaman dengan potensi multi-TCF. Mubadala Energy juga telah mengumumkan penemuan gas di Andaman II, dimana Harbour Energy menjadi operatornya.
"Kami fokus pada rantai nilai gas, karena ini adalah elemen penting bagi ketahanan energi, terutama di kawasan ini (Indonesia). Kami telah menemukan sumber daya besar yang penting bagi ketahanan energi nasional dan sejalan dengan agenda transisi energi kami," jelas Mansoor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









