Akurat Logo

Bos Kadin Serukan Kerja Sama Setara Indonesia-AS di Forum Global Milken Institute 2025

Hefriday | 9 Mei 2025, 19:22 WIB
Bos Kadin Serukan Kerja Sama Setara Indonesia-AS di Forum Global Milken Institute 2025

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, tampil sebagai pembicara dalam ajang internasional bergengsi Milken Institute Global Conference 2025 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa (6/5/2025) waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Anindya menekankan pentingnya membangun kemitraan perdagangan dan investasi yang berimbang antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Anindya, yang akrab disapa Anin, hadir bersama sejumlah tokoh penting dalam delegasi Indonesia, di antaranya Pandu Sjahrir selaku Chief Investment Officer Danantara dan Dino Patti Djalal yang merupakan Milken Fellow.
 
Keikutsertaan mereka menandai semakin kuatnya upaya diplomasi ekonomi Indonesia di kancah global.
 
Menurut Anin, forum seperti Milken Conference sangat strategis dalam memperkenalkan citra baru Indonesia di mata dunia, terutama menjelang transisi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
 
 
Ia menyebut bahwa Indonesia kini tengah membuka diri bagi investasi asing yang produktif dan berkelanjutan.
 
"Acara seperti ini sangat penting untuk mengenalkan siapa itu Indonesia yang baru, serta meyakinkan dunia untuk datang dan berinvestasi di Indonesia," ujar Anin dalam keterangannya, Jumat (9/5/2025). 
 
Anin juga menekankan perlunya melihat hubungan dagang bilateral dalam perspektif yang lebih luas. Tidak hanya mengandalkan komoditas primer, tetapi juga memperluas sektor strategis seperti teknologi, kesehatan, dan mineral kritis. 
 
Anindya juga mencontohkan bagaimana produk industri padat karya dari Indonesia seperti alas kaki, garmen, elektronik, dan karet dapat bersaing di pasar Amerika.
 
Sebaliknya, Amerika dapat memperkuat kontribusinya melalui ekspor protein hewani seperti susu, daging, dan kedelai yang sangat dibutuhkan industri pangan Indonesia. “Kalau bisa kita seimbangkan, tentu ini akan mendorong pertumbuhan dua arah,” katanya.
 
Tak tanggung-tanggung, Anin menargetkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Amerika Serikat dapat meningkat dua kali lipat dalam dua tahun ke depan, dari USD40 miliar menjadi USD80 miliar. Pertumbuhan ini, menurutnya, akan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
 
“Saat ini ada sekitar 2,1 juta tenaga kerja di sektor alas kaki, garmen, dan elektronik. Jika pertumbuhannya dua hingga tiga kali lipat, kita bisa membuka peluang kerja bagi 200 sampai 400 ribu orang tambahan,” papar Anin dengan optimistis.
 
Dalam forum tersebut, Anin juga menyoroti tantangan perdagangan global, termasuk kebijakan tarif yang diterapkan sejumlah negara. Ia menegaskan bahwa Indonesia memilih jalur diplomatik ketimbang retaliasi. 
 
“AS menghargai bahwa kita memilih pendekatan diplomasi, bukan pembalasan. Kita juga berpikir bagaimana mengalihkan impor migas dari negara lain ke AS sebagai bagian dari strategi jangka panjang,” imbuhnya.
 
Dari lain sisi, Anin menggarisbawahi pentingnya arus investasi asing untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu, Indonesia mencatat investasi sebesar USD100 miliar, dengan separuhnya berasal dari luar negeri. 
 
Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, Anin menilai jumlah itu harus terus ditingkatkan.
 
Sebagai catatan, Milken Institute Global Conference 2025 merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Milken Institute, lembaga think tank nirlaba yang fokus pada pengembangan global di bidang kesehatan, teknologi, keuangan, dan kebijakan publik.
 
Tahun ini, forum tersebut dihadiri lebih dari 5.000 peserta dari lebih dari 80 negara, dengan lebih dari 900 pembicara dan 200 sesi diskusi.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa