Ramai Isu Pertamax Palsu, Ini Pengakuan Petugas SPBU

AKURAT.CO Isu Pertamax palsu atau Pertamax oplos beredar di sejumlah SPBU kian santer usai terkuaknya kasus korupsi tata kelola minyak yang melibatkan 4 petingga anak usaha Pertamina.
Ditambah lagi, di media sosial beberapa waktu lalu beredar video viral pelanggan yang mendapati Pertamax yang diduga oplos di daerah Cibinong dan yang terbaru di Depok.
Menanggapi hal tersebut, salah satu petugas SPBU swasta (dealer owned dealer operated/ DODO) di Jalan Cilandak KKO, Jakarta Selatan, SPBU 34.125.07, mengaku cukup kaget dengan berita tersebut.
"Di mana sih itu bang (yang dioplos)? Saya belum baca berita lengkapnya," ujar salah satu petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada Akurat.co, Rabu (26/2/2025).
Baca Juga: Pertamax Oplos Rugikan Negara Rp193,7 Triliun dan Masyarakat!
Dilanjutkannya, ia cukup menyayangkan adanya kasus korupsi tersebut. Mengingat jika terbukti benar Pertamax oplosan beredar di berbagai SPBU, yang dirugikan tak hanya negara dan masyarakat, namun juga para mitra swasta pemilik dan pengelola SPBU Pertamina.
"Kita kan beli juga ke dia (Pertamina) bang. Itu mah dia-dia (oknum petinggi anak usaha Pertamina) aja yang nglakuin," tegasnya lagi.
Terakhir, ia memastikan Pertamax yang dijual di SPBU tersebut aman dari campuran ataupun oplosan apapun. "Aman di sini mah bang," ujarnya.
Seperti diketahui, Kejagung menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero) periode 2018 hingga 2023.
Riva disebut melakukan pembelian dengan pembayaran setara RON 92 (Pertamax), padahal yang dibeli sebenarnya hanya RON 90 (Pertalite atau lebih rendah, kemudian dilakukan blending agar mencapai RON 92 (Pertamax).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









