Akurat Logo

Bahlil Beberkan Alasan Masih Enggan Ekspor Listrik ke Singapura

Camelia Rosa | 12 Februari 2025, 15:50 WIB
Bahlil Beberkan Alasan Masih Enggan Ekspor Listrik ke Singapura

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa pihaknya memang belum memberikan izin ekspor listrik hijau ke Singapura lantaran belum adanya timbal balik yang diberikan negara itu kepada Indonesia.

"Kemarin Menteri Singapura sudah ketemu sama saya di kantor. Saya bilang saya akan kirim kamu (listrik). Saya akan buka aja (ekspor listrik)," jelasnya dalam acara Mandiri Investment Forum di Fairmont, Selasa (11/2/2025) malam.
 
Diungkapkan Bahlil, dalam pertemuan tersebut ia menyampaikan bahwa benar Indonesia memang bersahabat dan mendukung Singapura. Namun ia menegaskan bahwa Negeri Singa itu tetap harus memberikan timbal balik atas rencana pemberian izin ekspor tersebut. 
 
 
Apalagi disebutkannya, selain listrik, Singapura juga meminta fasilitas Carbon Capture Storage (CCS) untuk menangkap karbon yang dihasilkan oleh industri mereka.
 
"Aku bilang sama dia begini, aku kirim kamu energi baru terbarukan dari Kepulauan Riau oke, dia juga minta untuk CCS, supaya menangkap carbon capture dari industri Riau, oke saya setuju juga. Tapi saya mau tanya, kamu kasih Indonesia apa? Jangan kamu minta saja terus, kamu engga pernah kasih tau apa kamu kasih kita," tutur Bahlil. 
 
Dalam kesempatan ini, Bahlil juga mengakui dirinya juga telah didesak oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo terkait ekspor listrik. Hal itu karena kebijakan ini diyakini bisa menjadi ladang bisnis yang bagus dan menguntungkan. Meski demikian Bahlil bilang, dirinya masih enggan membuka keran ekspor listrik hijau untuk Singapura.
 
"Saya bilang, Pak Darmo (Dirut PLN), membangun negara ini tidak hanya berbicara tentang bisnis. Kedaulatan dan maruah negara merah putih, juga harus kita pegang, supaya negara lain juga memperhitungkan kita bagian yang harus kita win-win," tukas Bahlil.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.