Kadin Genjot Kerja Sama B2B RI dengan India dan Pakistan
Hefriday | 11 Januari 2025, 21:37 WIB

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengumumkan agenda penting untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Januari 2025, serta kunjungan kerja ke India dan Pakistan.
Langkah ini bertujuan mempererat hubungan diplomasi ekonomi dan memperluas kolaborasi antarnegara di berbagai sektor strategis.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan kunjungan ini bukan hanya mendukung relasi antar-pemerintah, tetapi juga mendorong hubungan bisnis ke bisnis.
"Kami sudah bertemu dengan kedua duta besarnya (India dan Pakistan), dan memastikan kerja sama bisnis di berbagai sektor dapat terjalin dengan baik," ujar Anindya di Jakarta, Sabtu (11/1/2025).
Kadin Indonesia dijadwalkan tiba di India pada 24 Januari 2025 untuk mempersiapkan forum bisnis yang akan berlangsung pada 25-26 Januari 2025. Fokus diskusi meliputi industri kesehatan, ketahanan energi, ketahanan pangan, teknologi, dan pertahanan.
Selain itu, rombongan Kadin akan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya sebagai tamu kehormatan di Republic Day India pada 26 Januari 2025.
Pada 27-28 Januari 2025, delegasi Kadin akan melakukan lawatan di New Delhi untuk mengunjungi pabrik susu, rumah sakit, industri otomotif, dan sektor kesehatan lainnya. Rombongan juga dijadwalkan meninjau Taj Mahal sebagai bagian dari studi sektor pariwisata.
"Kami melibatkan Kadin Provinsi dalam kunjungan ini untuk menunjukkan bahwa Kadin tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga mendukung perusahaan daerah," jelas Anindya.
Anindya menyoroti potensi besar hubungan ekonomi Indonesia dan India, yang diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 dan ke-5 dunia dalam 15-20 tahun mendatang.
"Hubungan ini tidak hanya menguntungkan dari sisi ekspor dan investasi, tetapi juga membuka peluang di sektor-sektor strategis seperti ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan pendidikan," tambahnya.
Selain India, Kadin juga merencanakan kunjungan bisnis ke Pakistan. Pakistan, menurut Anindya, merupakan negara dengan potensi besar di industri pertahanan, pertanian, dan energi. Kadin telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta untuk memastikan keberlanjutan hubungan bisnis.
"Pakistan memiliki industri pertahanan yang sangat kuat, yang merupakan sektor besar untuk dikerjasamakan," ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi Kadin Indonesia dalam memanfaatkan peluang sebagai anggota penuh BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa). Anindya menekankan pentingnya peran Indonesia di BRICS, mengingat kelompok ini memiliki populasi lebih dari 2 miliar orang dan total ekonomi hampir USD10 triliun.
"Keikutsertaan Indonesia di BRICS memberikan akses pasar baru dan peluang investasi yang signifikan. Dalam konteks global, ini penting karena ekonomi China mulai melambat, sementara Amerika Serikat lebih fokus pada industri domestiknya," jelas Anindya.
Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi pasar bagi Indonesia. "Sebagai negara yang tidak berpihak, Indonesia harus cerdas memainkan perannya dalam diplomasi ekonomi, baik dengan negara besar seperti Amerika Serikat maupun dengan kelompok BRICS," imbuhnya.
Melalui serangkaian kunjungan ini, Kadin Indonesia berharap dapat memperkuat hubungan bilateral, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kerja sama strategis yang dapat memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional.
Strategi ini diharapkan tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









