IJG Konsisten Bina Atlet Golf Nasional

AKURAT.CO Indonesia Junior Golf (IJG), organisasi di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PBPGI), telah menjadi wadah penting dalam pembinaan atlet golf nasional.
Menurut Ketua Umum IJG, Denny Uneputty, organisasi ini memiliki visi besar untuk menghasilkan atlet nasional berkualitas yang dapat bersaing di tingkat internasional. Berdiri sejak 2012 dan diresmikan pada 2014, IJG kini menjadi salah satu klub junior golf terbesar di Indonesia dengan jaringan luas dan konsistensi dalam membina atlet.
“IJG ini menjadi tempat pembinaan yang strategis untuk mendapatkan atlet nasional terbaik,” ujar Denny saat ditemui di Royale Jakarta Golf Club, Kamis (28/11/2024).
Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Channel Mola Golf dan Mola Sport di IndiHome TV, Tayangan Olah Raya Kelas Dunia
Hingga kini, hampir seluruh atlet golf nasional berasal dari IJG. Klub ini tidak hanya menawarkan pelatihan teknis, tetapi juga pembentukan mental dan strategi permainan melalui turnamen berkualitas.
Turnamen yang diselenggarakan IJG juga terus berkembang. Dari hanya beberapa turnamen di awal berdirinya, kini jumlahnya mencapai lebih dari 70 turnamen per tahun, menjadikannya salah satu yang terbanyak di Indonesia. Kompetisi ini melibatkan junior berusia 5-18 tahun, terbagi dalam beberapa kategori usia untuk memastikan pembinaan sesuai tingkat perkembangan mereka.
Dalam kerjasamanya dengan berbagai pihak, IJG turut menggandeng komunitas seperti Jasa Keuangan Cup (JKC). “JKC ini merupakan kumpulan profesional di bidang jasa keuangan yang rutin mengadakan turnamen. Melihat potensi IJG, mereka berinisiatif untuk mendukung pembinaan junior golf di Indonesia,” jelas Denny.
Dukungan ini memberikan kesempatan bagi banyak anak untuk berlatih dan berkompetisi tanpa harus terbebani biaya tinggi. Denny juga menyoroti tantangan unik dalam olahraga golf. Golf dikenal sebagai olahraga yang memerlukan "napas panjang," baik dari sisi finansial orang tua maupun semangat anak-anak. “Ini olahraga yang butuh komitmen besar. Selain biaya tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk latihan dan bertanding cukup lama,” ungkapnya.
Meski demikian, IJG berhasil memikat minat banyak anak muda, termasuk dari negara lain seperti Australia, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.
Keberhasilan IJG tidak lepas dari komitmen pada pembinaan akademik dan mental. IJG memastikan atlet muda memahami manajemen lapangan, peraturan golf, dan membangun ketahanan mental. Hal ini menjadikan turnamen yang diselenggarakan tidak sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pendidikan bagi para pemain.
Turnamen yang diadakan IJG juga membuka peluang besar bagi pemenang untuk tampil di ajang internasional. “Pemenang dari turnamen ini akan mendapat undangan ke kompetisi di Australia, salah satu turnamen besar yang kami anggap strategis untuk mengasah kemampuan mereka di tingkat global,” kata Denny.
Slot ini diberikan kepada empat pemain terbaik, dua laki-laki dan dua perempuan, dari kategori usia 13-18 tahun.
Selain prestasi di lapangan, Denny mengakui bahwa golf di Indonesia masih menghadapi kendala dalam jumlah lapangan dan aksesibilitas, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. “Harga lapangan di sini cukup mahal, jadi kami harus mencari cara untuk membuat golf lebih terjangkau,” ujarnya.
Dengan rencana ekspansi ke daerah baru seperti Balikpapan, Kepulauan Riau, dan bahkan Australia, IJG terus menunjukkan komitmennya untuk memperluas akses olahraga golf di Indonesia. Melalui dedikasi pada pembinaan dan kompetisi, IJG optimis dapat terus melahirkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









