Akurat Logo

Pemerintah Korsel Tawarkan Kerja Sama untuk Bantu Indonesia Capai Swasembada Pangan

Atikah Umiyani | 26 November 2024, 23:20 WIB
Pemerintah Korsel Tawarkan Kerja Sama untuk Bantu Indonesia Capai Swasembada Pangan

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya mencapai swasembada pangan.

Beberapa tantangan utama meliputi pertumbuhan populasi sebesar 1,1 persen per tahun, penurunan produksi pangan sebesar 1,1 persen selama periode 2019–2024, ketergantungan impor beras hingga 3,1 juta ton pada 2023, serta degradasi lahan pertanian dengan 89,5 persen di antaranya tidak lagi berkelanjutan.

Selain itu, usia petani yang menua, dengan 70 persen berusia lebih dari 43 tahun, serta dampak perubahan iklim yang mengganggu proses tanam dan panen, menjadi hambatan serius lainnya. Tingginya jumlah sampah makanan juga menjadi sorotan.

Menurut laporan United Nations Environment Programme (UNEP), Indonesia menghasilkan 20,93 juta ton sampah makanan per tahun, tertinggi keempat setelah China, India, dan Nigeria.

Baca Juga: Sinopsis Film Cinta Dalam Ikhlas Tayang 28 November 2024 di Bioskop Indonesia, Kisah Romantis Dibintangi Adhisty Zara dan Abun Sungkar!

Deputi Bidang Tata Usaha dan Distribusi Kementerian Koordinator Pangan, Tatang Yuliono, mengatakan, pemerintah telah membentuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk mengatasi masalah tersebut.

Kementerian ini mengoordinasikan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, serta badan-badan seperti Badan Pangan Nasional dan Badan Gizi Nasional.

“Kami menargetkan peningkatan Indeks Ketahanan Pangan dari 76,20 pada 2024 menjadi 80,72 pada 2029, menurunkan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan dari 7,21 persen menjadi 4,41 persen, serta meningkatkan produksi dan mengurangi impor pangan untuk komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, dan gula,” ujar Tatang dalam seminar internasional bertema “Improving Indonesia-Korea Relationship in Prabowo Administration from Food Sovereignty to Good Neighbour” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Jakarta, Selasa (26/11/2024).

Wakil Duta Besar Korea Selatan, Park Soo-Deok, menyatakan kesiapan negaranya untuk mendukung upaya Indonesia melalui kerja sama sektor pertanian.

“Hubungan Indonesia-Korea sudah mencatatkan banyak kemajuan signifikan. Volume perdagangan kedua negara meningkat dari kurang dari 10 miliar dolar AS dua dekade lalu menjadi lebih dari 20 miliar dolar AS pada 2023,” katanya.

Baca Juga: Instagram Kenalkan Fitur Berbagi Lokasi langsung di DM

Hyungjun Noh dari Korea Program for International Cooperation in Agricultural (KOPIA) menyebut bahwa kerja sama di bidang pertanian dapat membantu Indonesia meningkatkan produktivitas pangan.

Noh menyoroti masalah seperti berkurangnya volume pupuk hingga 50 persen, keterbatasan akses terhadap Kartu Tani oleh sekitar 17–20 persen petani, rendahnya mekanisasi, serta buruknya infrastruktur irigasi yang membutuhkan perbaikan lebih dari 50 persen.

“KOPIA siap membantu meningkatkan produktivitas lahan, termasuk mendukung program pencetakan sawah baru seluas 3 juta hektare,” ujar Noh.

Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Vivi Yulaswati, menegaskan, Indonesia memiliki visi menjadi negara dengan sektor pertanian yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan pada 2045.

“Pertanian Indonesia di masa depan harus mampu menyediakan lapangan kerja yang layak, mendukung pola makan sehat, dan memastikan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Ia optimis kerja sama dengan Korea Selatan dapat mendorong langkah-langkah strategis untuk mengatasi tantangan swasembada pangan.

“Melalui diversifikasi produksi, perbaikan logistik pangan, dan pengambilan keputusan yang terdesentralisasi, kami yakin target swasembada dapat tercapai,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.