AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai perhatian pemerintah terhadap industri padat karya seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang lebih dikenal sebagai Sritex penting dalam mengatasi lonjakan angka pengangguran di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hingga Agustus 2024, gelombang PHK di Indonesia telah menembus angka 46 ribu, dan kehilangan Sritex hanya akan memperburuk keadaan. Misbakhun menekankan bahwa penyelamatan ini bukan hanya soal Sritex, tetapi juga masa depan industri tekstil di tanah air.
Ia menyarankan agar regulasi baru lebih berpihak pada industri dalam negeri serta pekerja yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. “Fenomena Sritex harus dimaknai lebih luas. Bukan sekedar menyelamatkan Sritex, pemerintah juga harus memikirkan masa depan industri tekstil di tanah air,” ujar Misbakhun dalam rapat kerja belum lama ini.
Baca Juga: Misbakhun Sebut Penanganan Kasus Sritex Jadi Model Penyelamatan Industri Tekstil
Ia berharap evaluasi yang lebih mendalam terhadap regulasi dan kebijakan ekonomi dapat segera dilakukan untuk melindungi industri domestik dari persaingan impor yang tidak seimbang. Penyelamatan Sritex, menurut Misbakhun, merupakan langkah awal dalam memperkuat posisi industri dalam negeri serta menjaga kesejahteraan para pekerja.
“SriTex adalah salah satu industri tekstil terbesar di Indonesia, jumlah buruhnya sangat banyak, puluhan ribu. Ini menjadi model bagaimana industri tekstil itu bisa bertahan dari semua krisis,” imbuh Misbakhun.
Utang besar tersebut mencakup pinjaman dari 27 bank dan tiga lembaga pembiayaan multinasional dengan total mencapai Rp14,64 triliun. Dengan kondisi keuangan yang terus menurun, Sritex hanya memiliki aset sebesar Rp9,65 triliun per Juni 2024.
Sritex juga pernah menjadi raksasa industri tekstil bahkan diakui di kancah internasional, harus menghadapi kenyataan pahit ini. Bermula dari toko kecil di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, perusahaan ini pernah mencapai puncak kejayaan dengan memproduksi seragam militer untuk NATO dan lebih dari 33 negara lainnya. Namun, akibat kondisi ekonomi global yang terus bergejolak dan serbuan produk impor dari China, pangsa pasar Sritex di dalam negeri ikut tergerus.
Presiden Prabowo Subianto pun baru-baru ini menginstruksikan empat menteri, yaitu Menteri Perindustrian, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan, untuk segera mengkaji opsi penyelamatan Sritex.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 6Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia










