Akurat

BSSN Sebut Serangan Siber Kian Marak, Didominasi Malware

Demi Ermansyah | 31 Oktober 2024, 22:26 WIB
BSSN Sebut Serangan Siber Kian Marak, Didominasi Malware

AKURAT.CO Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2024, serangan siber atau anomali trafik internet di Indonesia mencapai 122,79 juta insiden. 

Merespon hal tersebut, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN, Edit Prima, menyatakan bahwa sebagian besar serangan ini berbentuk malware, yang mencakup sekitar 59,26% atau 72,77 juta insiden. 
 
Selain itu, aktivitas trojan tercatat sebesar 18,20% atau 22,35 juta serangan, sementara akses ilegal dan manipulasi sistem mendominasi sebesar 8,28% atau sekitar 10,16 juta serangan.
 
“Sebagian besar dari anomali trafik di Indonesia berasal dari malware, dan yang dominan adalah trojan,” ungkap Edit pada saat agenda Cybersecurity Symposiums (CSS) Indonesia 2024, di Jakarta, Kamis, (31/10/2024). 
 
 
Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa data dari BSSN juga menunjukkan bahwa sektor yang paling sering menjadi sasaran peretas adalah sektor perbankan dan migas, yang dinilai memiliki peluang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi pelaku. Selain itu, sektor pemerintahan menjadi sasaran karena terkait dengan kepentingan politik.
 
Senada dengan Edit, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyoroti bahwa aspek perlindungan data pribadi akan semakin penting, terutama dengan diimplementasikannya undang-undang perlindungan data pribadi yang mulai efektif Oktober 2024. 
 
"Jika data pribadi saya bocor akibat kelalaian pihak tertentu, masyarakat bisa menuntut ganti rugi hingga dua persen dari pendapatan perusahaan," ujar Slamet.
 
Sepanjang tahun 2023, BSSN mencatat ada 347 insiden siber di Indonesia, dengan sektor pemerintahan menjadi yang paling banyak diserang, yakni 186 insiden. Sektor keuangan mencatatkan 38 insiden, disusul sektor transportasi dengan 24 insiden, serta sektor energi dan sumber daya mineral dengan 18 insiden. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.