AKURAT.CO PT Bio Farma (Persero) menargetkan pengembangan dan produksi vaksin Rotavirus dan Rubella di bangunan milik negara (BMN) dapat dimulai pada akhir 2025.
Bio Farma mengusulkan pemanfaatan aset bangunan milik negara yang berlokasi di Bandung untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin Rotavirus dan Rubella, melalui skema penyertaan modal negara (PMN). Bangunan tersebut adalah bekas fasilitas vaksin Flu Burung, yang dibangun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2008.
Namun, aset yang didirikan di lokasi milik Bio Farma itu belum dimanfaatkan secara optimal sehingga Kemenkes bermaksud untuk memindahtangankan aset tersebut kepada Bio Farma. Akan tetapi, pemberian PMN nontunai tersebut masih harus melalui persetujuan DPR RI.
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya berharap usulan tersebut dapat disetujui, mengingat aset bangunan negara senilai Rp68 miliar itu penting sebagai pelengkap pengembangan dua produksi utama Bio Farma saat ini, yaitu vaksin Rotavirus dan Rubella.
"Dua vaksin ini masuk dalam program imunisasi nasional, tetapi kami belum bisa memproduksi sendiri karena keterbatasan fasilitas. Seandainya kami bisa memanfaatkan bangunan dan sarana tersebut, maka itu akan membantu percepatan proses investasi,” kata Shadiq di sela RDP dengan DPR, Selasa (2/6/2024).
Ia menyebut Indonesia membutuhkan 11 juta dosis vaksin Rotavirus untuk memenuhi program vaksin nasional setiap tahunnya, dengan nilai total Rp500 miliar. Indonesia juga membutuhkan 20 juta dosis vaksin Rubella dengan total nilai Rp250 miliar.
Produksi dalam negeri kedua vaksin ini diyakini dapat meningkatkan kemandirian industri dalam negeri dan menghasilkan penghematan devisa negara yang signifikan, karena saat ini kedua vaksin tersebut masih impor.
Menurut Shadiq, PT Bio Farma dapat memulai pengembangan dan produksi vaksin, diagnostik kit, dan bio similar di fasilitas yang menggunakan PMN, dengan proyeksi penjualan Rp50,4 miliar pada 2024, Rp340,7 miliar pada 2025, hingga Rp385,4 miliar pada 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









