Pemerintah Tak Seharusnya Membiarkan Ekonomi Para Petani Kesulitan
Demi Ermansyah | 26 Juni 2024, 16:02 WIB

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budisatrio Djiwandono beranggapan demi mewujudkan swasembada pangan nasional maka pemerintah harus benar-benar mengatur tata niaga pertanian di Tanah Air. Negara tidak boleh membiarkan ekonomi para petani kesulitan.
"Ini yang sangat penting adalah mengatur tata niaga pertanian agar petani dari seluruh stakeholder pertanian lebih makmur dan sejahtera," tegas Budi dalam Seminar Nasional Fraksi Gerindra bertajuk 'Strategi Mewujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045', di Kompleks Parlemen, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Oleh karena itu, kata Budi, program yang menjadi prioritas pemerintahan yang akan datang ini perlu didukung banyak pihak di Parlemen. Apalagi, Indonesia telah mencanangkan diri menjadi salah satu negara lumbung pangan dunia. "Hal ini tentu harus kita dukung bersama, karena Indonesia mempunyai pengalaman dan kerja yang berharga dalam pembangunan pangan dan pertanian," tandasnya.
Menurutnya, salah satu perwujudan pembangunan untuk swasembada pangan adalah memperhatikan pembangunan pertanian di wilayah-wilayah perbatasan. Dia menilai wilayah perbatasan dan pedesaan berpotensi menjadi lumbung pangan nasional.
Wilayah perbatasan dan pedesaan yang menjadi lumbung pangan nasional itu bahkan diyakini bisa menjadi penyangga kota-kota besar yang berpotensi menyumbang ekspor ke negara-negara tetangga. "Pengembangan kawasan perlu dijadikan dasar dalam mengembangkan komunitas-komunitas pertanian yang berdaya saing," jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Dia pun merekomendasikan agar pemerintah berani mempromosikan produk-produk pertanian dalam negeri jika nantinya swasembada pangan itu terwujud. Tak kalah penting, pemerintah wajib mengendalikan impor-impor pangan yang 'menjajah' produk domestik.
"Ketika swasembada ini sudah di depan mata maka kita harus berani mempromosikan produk-produk pertanian dalam negeri untuk masuk ke pasar-pasar ekspor. Juga yang paling penting adalah mengendalikan impor-impor pangan yang saat ini membanjiri pasar domestik," papar Budi.
Menurutnya Indonesia harus memiliki strategi jitu untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Terlebih, Indonesia memiliki pengalaman yang cukup matang dalam berswasembada pangan. "Bahwa Indonesia pernah berswasembada pangan maka kita butuh sebuah strategi yang jitu untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan," kata Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








