Dave Laksono: Indonesia Punya Tujuan Sama dengan BRICS

AKURAT.CO Dibentuk pada 2006, aliansi BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan yang awalnya dianggap sebagai platform kerja sama ekonomi telah berkembang menjadi entitas kuat.
Yang mendorong perubahan paradigma dalam struktur kekuasaan global, dari hierarki kekuasaan tradisional dan mengantarkan era baru multipolaritas di panggung dunia.
Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono, mengungkapkan, walaupun Indonesia masih mengkaji serta mempertimbangkan keikutsertaannya menjadi anggota BRICS, namun dapat memperoleh manfaat dari perdagangan dan investasi dengan negara-negara BRICS dalam beberapa cara.
"Dengan bekerja sama dengan BRICS, Indonesia dapat mendiversifikasi mitra dagangnya, mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dan menyebarkan risiko ekonomi. Memberikan Indonesia akses ke pasar ekspor baru dan menarik investasi ke sektor-sektor penting Indonesia, termasuk infrastruktur, manufaktur dan jasa, sehingga meningkatkan perekonomian," jelasnya saat berpidato di International Inter-Party, BRICS and Partner Countries Forum "World Majority for a Multipolar World" di Vladivostok, Rusia, pada Senin (16/6/2024).
Selain itu, Indonesia memiliki tujuan yang sama dengan BRICS, seperti menciptakan tatanan ekonomi global yang lebih adil.
Dan mengurangi ketergantungan pada kekuatan ekonomi tradisional.
"Sebagai bagian dari ASEAN, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam menjembatani hubungan antara Asia Tenggara dan BRICS," tutur Dave.
Baca Juga: Sejarah dan Lokasi Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Golkar ini juga menyebut bahwa Indonesia dapat menggunakan pengaruh diplomatiknya di ASEAN untuk mendorong hubungan dan kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara BRICS.
"Dengan mendorong integrasi ekonomi antara ASEAN dan BRICS, Indonesia dapat membantu membangun kemitraan strategis yang berfokus pada kepentingan bersama seperti pembangunan berkelanjutan, keamanan energi dan transformasi digital. Dan memperkuat hubungan antara Asia Tenggara dan BRICS, sehingga berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan," jelas Dave.
Tak lupa, dalam keterangan yang diterima, Kamis (20/6/2024), Dave pada kesempatan tersebut juga menyampaikan undangan atas nama Partai Golkar kepada partai-partai politik dunia.
Baca Juga: Cara Mudah Mengubah Nada Dering WhatsApp Jadi Suara Google
Untuk turut berpartisipasi pada simposium partai politik dunia, dalam rangka HUT ke-60 Partai Golkar yang akan diselenggarakan di Jakarta pada September mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






