Akurat

GOTO Akhirnya Susul Grab Capai EBITDA Positif

Silvia Nur Fajri | 28 Februari 2024, 18:07 WIB
GOTO Akhirnya Susul Grab Capai EBITDA Positif

AKURAT.CO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggelar Paparan Publik Insidental di Youtube Gojek Indonesia, pada Rabu (28/2/2024), yang membahas tiga hal, termasuk penyelesaian transaksi TikTok ke Tokopedia, rumor merger, dan kondisi operasional perusahaan setelah mencatatkan EBITDA disesuaikan positif di kuartal IV-2023. 

CEO GOTO Patrick Walujo menegaskan keuntungan dari transaksi dengan TikTok serta update fundamental bisnis perusahaan, dengan fokus pada potensi kemitraan tersebut untuk mengangkat Tokopedia sebagai pemimpin di industri e-commerce di Indonesia.

Menurut Patrick, Tokopedia dan TikTok memiliki pasar yang saling melengkapi dan tidak tumpang tindih. Dengan menyasar segmen mass market dan urban, keduanya berpotensi untuk menjangkau pasar yang lebih luas di Indonesia. "Tokopedia dan TikTok memiliki pasar yang saling melengkapi dan tidak tumpang tindih. Keduanya akan menyasar segmen mass market dan urban," kata Patrick dipantau secara daring, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: GOTO Mulai Kantongi Komisi dari Tokopedia Pasca Akuisisi TikTok

Menurut Patrick, kehadiran TikTok di Tokopedia memberikan keuntungan bagi GoTo. Dengan investasi USD1,5 miliar, TikTok memiliki 75% saham, sementara GoTo memiliki 25%. Ini memberi GoTo manfaat seperti mempertahankan kepemilikan saham di Tokopedia tanpa dilusi, dan potensi pendapatan yang besar seiring pertumbuhan nilai transaksi barang (GMV) Tokopedia di masa mendatang.

Berdasarkan paparan publik yang diumumkan pada Senin, 26 Februari 2024, manajemen GoTo memperkirakan bahwa nilai layanan jasa e-commerce dari Tokopedia dapat mencapai Rp177 miliar per kuartal atau total Rp708 miliar per tahun.

Pada kuartal III-2023, GMV entitas pasca-gabung mencapai USD2,9 miliar atau sekitar Rp45 triliun. Selain itu, Patrick menyatakan bahwa keuntungan lainnya adalah fokus GoTo pada pengembangan bisnis ODS melalui Gojek dan fintech melalui GoTo Financial. 

"GoTo tidak perlu mengalokasikan dana ke Tokopedia, dan dapat fokus pada pengembangan ODS dan fintech, sambil tetap memperoleh pertumbuhan dari Tokopedia ke depan. Ada banyak potensi kolaborasi antara ODS dan fintech sehingga transaksi ini (TikTok) akan menguntungkan banyak pihak," katanya.

EBITDA Disesuaikan Positif

Selain itu, Chief Financial Officer (CFO) Jacky Lo menyampaikan bahwa perusahaan berhasil mencatat adjusted EBITDA positif pada kuartal IV-2023. Dia menyatakan bahwa EBITDA Grup terus meningkat selama 7 kuartal terakhir dan akan terus meningkat di masa depan, didukung oleh manfaat dari transaksi Tokopedia-TikTok.

"Dengan rasa bersyukur dan bangga, kami dapat melampaui panduan kinerja. EBITDA yang disesuaikan secara grup terus meningkat selama 7 kuartal terakhir dan kami akan melanjutkan tren ini ke depan, didukung oleh manfaat transaksi Tokopedia-Tiktok," ungkapnya.

Perusahaan akan menjaga keseimbangan antara penguatan kinerja keuangan dan investasi untuk inovasi produk serta pertumbuhan di tahun 2024. Terkait isu merger dengan Grab, Direktur dan Group General Counsel Pablo Malay menjelaskan bahwa perusahaan tidak sedang melakukan diskusi terkait rumor tersebut, dan tidak ada pemegang saham pengendali yang mengindikasikan hal tersebut kepada mereka. 

Dia menegaskan bahwa isu tersebut hanya spekulasi, sambil menekankan bahwa perusahaan memiliki fundamental yang semakin kuat dan posisi keuangan yang solid. Perusahaan berhasil mencapai target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023 dan akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat dengan meningkatkan inovasi produk dan keunggulan operasional dalam bisnis layanan ODS dan fintech.

"Kami berhasil mencapai target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023 dan perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat dengan meningkatkan inovasi produk dan keunggulan operasional dalam bisnis layanan ODS dan fintech," ujar Pablo.

Diketahui, EBITDA disesuaikan GOTO berangsur membaik dari posisi minus Rp3,7 triliun di kuartal III-2022, menjadi minus Rp3,1 triliun di kuartal IV-2022, menjadi minus Rp1,6 triliun di kuartal I-2023, menjadi minus Rp1,2 triliun di kuartal II-2023 dan menjadi minus Rp900 juta di kuartal III-2023 sebeum akhirnya berbalik positif di kuartal IV-2023. Sayangnya hingga kini GOTO belum merilis detail angka EBITDA positif atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi disesuaikan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.