Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Deradikalisasi, BNPT Bersinergi dengan PT SMI

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama PT Maharani Saraswati Indonesia (PT MSI) tingkatkan produktivitas lahan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) melalui sistem pertanian pintar atau smart farming. Hal ini ditandai dengan groundbreaking di Turen, Kabupaten Malang pada Sabtu (27/1/2024).
Kepala BNPT Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, mengatakan bahwa inovasi smart farming ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah meningkatkan kesejahteraan kepada mitra deradikalisasi serta masyarakat.
“Ini bentuk tanggung jawab pemerintah kepada saudara-saudara kita dalam rangka menyediakan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Kepala BNPT, dikutip Minggu (28/1/2024).
Baca Juga: Digitalisasi Pengelolaan SDM, Ranch Market Gandeng Jobseeker Company
Lebih lanjut, Rycko berpesan agar KTN Turen tidak hanya dikelola oleh mitra deradikalisasi tapi juga masyarakat sekitar.
“Selain mitra deradikalisasi masyarakat di sini juga harus dilibatkan agar mendapatkan manfaat,” tutupnya.
Diresmikan pada tahun 2021, 15 hektare lahan KTN dikelola secara konvensional oleh mitra deradikalisasi.
Dengan adanya groundbreaking, sebanyak 7.564 meter lahan akan dijadikan kebun pembenihan vanili dengan sistem smart farming. Nantinya pengelola KTN juga akan diberi pelatihan dan bimbingan untuk mengelola lahan tersebut.
Baca Juga: Daya Saing Digital Indonesia Meningkat, Capai Posisi 45 Dunia
Sementara itu, salah satu mitra deradikalisasi pengelola lahan KTN, Pujianto mengapresiasi inovasi yang dilakukan di lahan KTN Turen, dirinya juga membuka kesempatan kepada mitra deradikalisasi dan juga masyarakat untuk turut mengusahakan KTN.
“Dengan inovasi ini kami bisa mendapat penghasilan yang dapat kami gunakan untuk kehidupan sehari-hari, kami juga membuka seluas luasnya untuk teman-teman mitra (deradikalisasi) dan masyarakat yang mau berusaha di sini,” kata Pujianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








