Akurat

Guru Besar ITB Tegaskan PLTU Suralaya Bukan Penyebab Polusi

M. Rahman | 8 September 2023, 15:05 WIB
Guru Besar ITB Tegaskan PLTU Suralaya Bukan Penyebab Polusi

AKURAT.CO - Peneliti sekaligus Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung, Profesor Puji Lestari menegaskan bahwa bukan PLTU Suralaya yang menjadi penyebab polusi udara di Ibu Kota Jakarta.

“Jika dilihat dari hasil penelitian, kondisi meteorologi menjadi faktor besar yang mempengarugi polusi udara di Jakarta saat ini. Pada bulan Agustus dan saat ini, emisi PLTU tidak mengarah ke Jakarta. Arah angin menuju ke barat dan barat daya. Bukan ke timur atau arah menuju Jakarta,” kata Puji dikutip Jumat (8/9/2023).

Puji mengatakan hal tersebut setelah melakukan kunjungan ke PLTU Suralaya di Banten pekan lalu, Jumat 1 September 2023. Diketahui, beberapa pembangkit PLTU Suralaya dalam posisi mati/shutdown sejak 29 Agustus 2023.

Baca Juga: Pengamat UI: Bukan Shutdown PLTU, WFH Lebih Berdampak Tekan Polusi Udara

Menurut Puji, pengelolaan PLTU Suralaya sudah memenuhi aturan yang ditetapkan Pemerintah, terutama dalam mengelola emisi yang dihasilkan. Pengelolaan PLTU yang menghasilkan listrik tidak kurang dari 3.000 MW itu sudah sangat bagus.

Saat ini, paparnya, terkait dengan ramai-ramai polusi udara di Jakarta perlu diketahui bahwa penyebab utamanya adalah sektor transportasi. “PM 2.5 di Jakarta banyak dihasilkan oleh kendaraan bermotor, terutama kendaraan berat/heavy duty vehicle,” imbuh Puji.

Saat ini, Puji mengatakan banyak PLTU yang sudah bagus dalam menerapkan penggunaan alat pengendali polusi udara. Seperti halnya, pemasangan Electrostatic Precipitator (ESP) dan Low Nox Burner serta alat pemantau emisi Continuous Emission Monitoring System (CEMS).

Pemasangan teknologi ESP dan CEMS sudah diterapkan seperti PLTU Suralaya. “Jika dipasang ESP, emisinya sangat sedikit sekali dan terpantau pada CEMS,” kata Prof Puji yang meraih gelar PhD dari Illinois Institute of Technology (IIT) Chicago, AS.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa