Ganjar Ajak Petani Milenial Kuatkan Ketahanan Pangan Dan Galakkan Pupuk Organik

AKURAT.CO Untuk mendorong kemajuan petani milenial, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggagas pengolahan dan produksi pertanian dikolaborasikan dengan teknologi. Ganjar meyakini, petani milenial akan banyak yang lahir jika dibarengi dengan keseriusan pemerintah dalam memberikan mendampingi.
Hal itu disampaikan Ganjar, saat membuka dan meresmikan Soropadan Agro Festival II yang digelar di Soropadan Agro Center, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung pada Kamis (20/7/2023).
"Kalau kita mengintroduksi teknologi kepada sistem pertanian kita, maka anak-anak muda ini akan tertarik dan memang sudah saatnya percepatan teknologi pertanian ditingkatkan tidak hanya sekedar alsintan, tapi sampai dengan seluruh prosesnya," ujar Ganjar di lokasi.
Ganjar telah mengupayakan pelatihan, pendampingan dan pemberdayaan petani di Jawa Tengah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Perencanaan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Lalu, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Ganjar telah melaksanakan pelatihan Manajemen Agribisnis Petani Milenial yang diikuti petani muda dan kelompok tani. Hingga kini, program tersebut telah melahirkan 4 angkatan petani milenial di Jawa Tengah.
Hingga kini, jumlah petani milenial di Jawa Tengah pada 2019 lalu,sebanyak 975.600 orang atau 33,7 persen dari 2,88 juta petani di Jawa Tengah. Kemudian, sebanyak 57.600 orang di antaranya merupakan lulusan sarjana.
"Masih banyak semangat anak muda, hanya kita mesti merubah mindset ini bahwa pertanian selama ini praktiknya ya karena terpepet. Maka sekarang tidak boleh ada ilmu terpepet, mesti disiapkan betul dan rumusnya dari penyuluh tadi sudah bagus," kata Ganjar.
Indonesia, khususnya Jawa Tengah yang kini ditengah fenomena El Nino juga menjadi perhatian Ganjar. Untuk persoalan pupuk, Ganjar menyebutkan harus ada komitmen bersama antara seluruh stake holder agar daerah tidak mengalami kekurangan pupuk.
Ganjar pun menggalakkan pupuk organik untuk lebih banyak diolah dan diproses para petani milenial, maupun kelompok tani (poktan) agar kemandirian petani dan kedaulatan pangan dapat terus terjaga.
"Di sisi lain, gerakan pupuk organik mesti ditingkatkan setidaknya separuh. Tapi menuju organik saya kira sekarang sudah mulai makin canggih. Kalau dulu berorganik ria itu menggunakan kuantitas yang besar, sekarang dengan fermentasi bisa masuk dalam bentuk cair. Itu mesti digenjot," ucap Ganjar.
Sebagai informasi, Soropadan Agro Festival digelar pada 20-24 Juli 2023 dengan tema Regenerasi Petani Jateng Menuju Kedaulatan Pangan Nasional. Sebanyak 239 stan agro pertanian ditampilkan yang mengangkat hasil-hasil pertanian di Jawa Tengah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK


