Dewan Keamanan PBB Bakal Gelar Pertemuan Darurat Bahas Kebocoran Pipa Gas Nord Stream

AKURAT.CO, Dewan Keaman Persatuan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) dikabarkan akan mengadakan konferensi darurat untuk menanggapi ledakan pipa gas Nord Stream yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Dimana pertemuan tersebut dikabarkan diinisiasi oleh Rusia.
Diketahui ledakan pipa gas NORD Stream disebut-sebut sebagai upaya 'Sabotase' oleh para petinggi Eropa, melihat hal tersebut Rusia pada akhirnya memberikan tanggapan bahwa bukan Rusialah yang melakukannya.
"Tuduhan tersebut sangatlah tidak benar, kami menolak pernyataan tersebut, pernyataan ini sangatlah bisa diprediksi tidak masuk akal dan bodoh," tulis pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin melalui lansiran Anadolu Agency.
Sebelumnya Badan energi Denmark pada Selasa lalu sudah ada tiga kebocoran pada pipa gas Nord Stream 1 dan Nord Stream 2.
Dimana pipa Nord Stream 2 milik Rusia dibangun untuk menggandakan volume penyaluran gas ke EropNamun, segera setelah pembangunan selesai, Jerman memutuskan untuk menghentikan operasi setelah dimulainya perang Rusia di Ukraina pada Februari ini. Lalu Rusia menghentikan aliran gas via pipa Nord Stream 1 pada 31 Agustus lalu.
Sebagai Informasi, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrel menduga adanya upaya sabotase atas kebocoran tiga pipa gas alam Nord milik Rusia di Laut Baltik.
"Kami (Uni Eropa) prihatin atas insiden kebocoran pipa Nord Stream 1 dan 2 di laut Baltik beberapa waktu lalu, keselamatan serta lingkungan merupakan salah satu prioritas utama.
Menurut data yang tersedia menunjukkan bahwa bocornya pipa Nord diindikasi adanya upaya sabotase, oleh karena itu kami akan mendukung penyelidikan apapun sebagai bagian dari upaya mendapatkan kejelasan penuh tentang apa dan mengapa bisa terjadi," ucapnya melalui lansiran Xinhua, Rabu (28/9/2022).
baca juga:Simalakama Timur Tengah, Kaya Berkat Perang Rusia-Ukraina Namun Buntung Pula KarenanyaPresiden Komisi Eropa Bakal Beri Sanksi Berat ke Rusia, Benarkah?
Lebih lanjut Borrel menegaskan pihaknya akan mengambil langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan ketahanan kami dalam keamanan energi.
"Sebab setiap gangguan yang disengaja (sabotase) terhadap infrastruktur energi Eropa sama sekali tidak dapat diterima dan akan ditanggapi dengan tanggapan yang lebih serius," tutupnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar



