Akurat

Kenali Ragam Energi Biofuel Selain dari Sawit

Khaerul S | 23 Maret 2019, 18:20 WIB
Kenali Ragam Energi Biofuel Selain dari Sawit

AKURAT.CO Untuk sesaat mari lupakan sejenak polemik terkait pengurangan penggunaan sawit sebagai bahan dasar biofuel di Eropa yang saat ini kian menghangat.

Sebagaimana diketahui, Parlemen Eropa  tengah berwacana mengurangi ekspor komoditi asal Indonesia itu lantaran dinilai merupakan bahan bakar nabati yang tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi terhadap lingkungan.

Sembari mengambil jeda nafas, mari sama-sama kita kembali memanaskan ingatan tentang apa itu biofuel beserta turunannya.

Biofuel merupakan salah satu bahan bakar yang berasal dari makhluk hidup, bisa hewan, bisa tanaman. Inilah kenapa biofuel  kerap dikenal juga sebagai sumber daya energi terbarukan.

Tak seperti bahan bakar fosil yang lambat laun akan habis karena jumlahnya yang terbatas, biofuel adalah energi alternatif potensial lantaran bisa terus diperbarui.

Kendati sebagian orang beranggapan biofuel--dalam hal ini yang berbahan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO)- memiliki risiko terhadap kelestarian lingkungan karena dipercaya menjadi penyebab deforestasi, namun sebagian lainnya menilai  bahwa biofuel ini termasuk bahan bakar yang ramah lingkungan.

Adapun dilihat dari jenisnya, biofuel itu bisa dibagi menjadi biodiesel, bioetanol, dan biogas.

Biodiesel

Biodiesel adalah bahan bakar yang terbuat dari minyak kedelai, minyak rapeseed (sejenis bunga), minyak buah jarak, dan minyak bunga matahari.

Bahan dasar biodiesel di setiap negara boleh dikata berbeda-beda. Di Hawaii, biodiesel terbuat dari minyak goreng bekas. Sementara di Jepang, biodiesel berbahan minyak bekas dari restoran.

Adapun di Indonesia, biodiesel merupakan olahan dari minyak sawit mentah yang diproses melalui transesterifikasi, di mana secara kimia bereaksi dengan alkohol seperti methanol atau ethanol dalam proses produksinya.

Bioetanol

Bioetanol adalah alkohol yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti gandum, tebu, jagung, singkong, ubi, buah-buahan, hingga limbah sayuran. Untuk mendapatkan alkohol, tumbuhan di atas harus melewati proses fermentasi terlebih dahulu.

Jangan keliru, meski lebih sering diketahui sebagai bahan minuman dan obat-obatan, Alkohol ini bisa dijadikan bahan bakar kendaraan. Agar bisa dijadikan bahan bakar, kita harus mencampurnya dengan bensin dengan takaran tertentu.

Bahkan, menurut jurnal yang ada di ugm.ac.id, beberapa bioetanol bisa dijadikan bahan bakar tanpa harus dicampur dengan bensin. Bahan bakar ini lebih hemat dan ramah lingkungan.

Biogas

Biogas adalah bahan bakar yang berasal dari hasil fermentasi sampah tumbuhan atau kotoran (manusia atau hewan). Saat difermentasi, sampah atau kotoran itu akan mengeluarkan gas. Nah, gas itulah yang disebut dengan biogas.

Biogas biasanya digunakan untuk menyalakan listrik atau kompor. Biogas jauh lebih bersih, daripada batu bara. Selain itu, energi yang dihasilkan lebih besar dan karbon dioksida yang dihasilkan juga lebih sedikit.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S