Akurat

ESDM Tambah 8 Blok Migas untuk Lelang, Target 75 WK Dikebut

Dedi Hidayat | 10 Desember 2025, 09:50 WIB
ESDM Tambah 8 Blok Migas untuk Lelang, Target 75 WK Dikebut

AKURAT.CO Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman memastikan pemerintah akan menambah daftar Wilayah Kerja (WK) migas yang dilelang pada Desember 2025. Tambahan lelang tersebut disebut akan berjumlah sekitar 7 hingga 8 WK.

Laode menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercapat target lelang 75 WK migas yang telah dicanangkan sebelumnya. Menurutnya, percepatan investasi migas harus diikuti dengan ketersediaan cadangan baru sehingga kegiatan eksplorasi dapat terus berjalan.

“Bulan Desember nanti kita tambah lagi. Ada sekitar tujuh atau delapan WK (yang akan lelangkan),” kata Laode di Kementerian ESDM, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga: ESDM Ungkap RI Kehilangan Rp500 T Devisa akibat Impor Minyak

Laode menambahkan bahwa target 75 WK merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap percepatan pengembangan industri hulu migas memiliki ketersediaan cadangan yang memadai.

“Nah, jadi kita tuntaskan memang 75 WK itu kunci. Kunci untuk setelah percepatan kan harus ada cadangan-cadangan baru yang jadi istilahnya botolnya tuh harus ada isinya,” tambah Laode.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah terus mengupayakan pemenuhan permintaan energi, sekaligus menciptakan sistem energi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi generasi mendatang.

Untuk memperkuat ketahanan energi, Pemerintah menargetkan peningkatan produksi sebesar 1 juta barel minyak per hari (bph) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

Baca Juga: ESDM Ungkap 365 IUP Nikel, Hilirisasi Diklaim Dongkrak Ekspor 10 Kali Lipat

Untuk menopang pencapaian target tersebut, Pemerintah menyoroti besarnya potensi migas nasional yang mencapai 128 cekungan migas yang telah teridentifikasi di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan, dari 128 cekungan migas yang telah teridentifikasi itu, hanya 20 yang telah dikembangkan, 108 sisanya merupakan area yang kaya data dan peluang.

"Pada tahun 2025 dan 2026, Pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan dan memberdayakan Badan Geologi untuk melakukan survei 2D dan 3D tingkat lanjut, yang membuka jalan bagi eksplorasi untuk membuka potensi sumber daya ini. Visi bersama kita jelas, pada tahun 2029, Indonesia akan mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari, memperkuat kedaulatan energi nasional, dan mendorong pembangunan berkelanjutan," kata Yuliot pada Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Pemerintah, kata Yuliot telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Sebagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, yang membuka jalan bagi kerja sama yang transparan dan efisien.

Kementerian ESDM juga telah menyiapkan 75 blok migas yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan wilayah lepas pantai. Seluruh blok ini telah siap dikembangkan melalui mekanisme penugasan atau lelang reguler.

"Saat ini, terdapat 9 blok minyak dan gas bumi yang telah ditunjuk untuk dapat dikembangkan oleh badan usaha, serta sejumlah blok lainnya akan menyusul," ujar Yuliot.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.