Kementerian Ekraf Perkuat Ekspor Kriya lewat Program ASIK, Yogyakarta Jadi Kota Pertama

AKURAT.CO Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam menembus pasar global melalui program Akselerasi Kreasi Ekspor Indonesia (ASIK).
Program ini resmi digelar perdana di Yogyakarta dengan fokus pada subsektor kriya.
“Kita ingin ekspor bukan hanya jadi label keren, tapi jadi jalan nyata untuk menaikkan omzet dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ekonomi kreatif tidak lagi pelengkap, tapi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru yang tumbuh dari akar daerah,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).
Program ASIK dirancang sebagai bootcamp intensif untuk mempercepat kesiapan ekspor pelaku kreatif di bidang kriya, fesyen, dan kuliner.
Kegiatan ini mencakup kurasi, pelatihan teknis, fasilitasi sertifikasi, business matching, hingga keikutsertaan dalam pameran nasional dan internasional.
Dari total 171 jenama kriya yang mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia, hanya 20 yang lolos seleksi untuk mengikuti bootcamp perdana di Yogyakarta.
Para peserta membawa keragaman produk kriya seperti kayu, kulit, tekstil, keramik, logam, hingga batu—seluruhnya mencerminkan kekayaan budaya lokal yang memiliki potensi ekspor tinggi.
Baca Juga: Misteri Bulan: Kisah Asal-Usul dan Fakta Menakjubkan Sang Satelit Bumi
Wamen Irene menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekspor kreatif yang berkelanjutan.
Ia berharap, ASIK tak hanya menjadi wadah pembelajaran teknis, tapi juga ruang untuk membangun jejaring kuat antar pelaku kreatif dari berbagai daerah.
“Sebagai peserta terpilih—top 10 persen dari seluruh pendaftar—gunakan kesempatan ini untuk belajar, membangun jaringan, dan saling menguatkan. Persahabatan yang terjalin di sini bisa menjadi fondasi ekosistem bisnis yang kokoh dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih jauh, Irene mengungkapkan, Kemenparekraf telah menyiapkan dukungan lanjutan, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan ekspor lanjutan, fasilitasi sertifikasi, hingga koneksi langsung ke pembeli mancanegara melalui jaringan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan mitra global lainnya.
“Di akhir hari, tujuan kita bukan hanya agar produk kriya Indonesia tampil di pasar internasional, tapi agar pelaku kreatif kita tumbuh sebagai pemain global yang tangguh dan mandiri,” tegasnya.
Program ASIK merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kemenparekraf dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai “the new engine of growth” yang bertumpu pada kekuatan komunitas, budaya, dan talenta lokal.
“Ilmu yang diperoleh di sini bukan hanya untuk membuka pasar, tapi juga untuk membangun daya tahan usaha. Kami berharap peserta dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif di wilayahnya masing-masing,” tutup Irene.
Baca Juga: Paratusin: Obat Kombinasi untuk Redakan Flu dan Batuk
Program ASIK sendiri telah berlangsung sejak Jumat (27/6/2025) dan akan terus digelar di berbagai kota lainnya dalam waktu mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









