Menkop Budi: Kopdes Merah Putih Adalah Hutang Sejarah untuk Koperasi dan Rakyat Desa

AKURAT.CO Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi menyebut program pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai bagian dari pelunasan hutang sejarah bangsa terhadap koperasi dan masyarakat desa.
Menurutnya, koperasi selama ini hanya menjadi jargon pembangunan ekonomi tanpa kehadiran nyata dalam struktur ekonomi nasional.
“Koperasi itu selalu disebut-sebut sebagai sokoguru ekonomi. Tapi faktanya, koperasi sering kali dilupakan. Kopdes Merah Putih adalah momentum kebangkitan koperasi dari desa,” ujar Budi Arie saat menyampaikan arahannya kepada jajaran pegawai Kemenkop, Kamis (12/6/2025).
Baca Juga: Kemenkop dorong Industri Penjaminan Dukung Pembiayaan Koperasi dan UMKM Indonesia
Program ini, lanjutnya, bukan hanya sekadar mandat teknokratis, melainkan juga bentuk keberpihakan pada keadilan ekonomi. Dalam konteks pemerintahan baru, koperasi didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam mendistribusikan kesejahteraan secara adil ke akar rumput.
Saat ini, tahapan pembentukan Kopdes Merah Putih hampir rampung dengan capaian 79.743 unit terbentuk melalui proses Musdesus di berbagai wilayah. Namun demikian, Budi Arie mengingatkan bahwa fase pengoperasian koperasi akan jauh lebih krusial dan kompleks.
“Jangan terlena dengan capaian angka. Tantangan sesungguhnya ada pada bagaimana kita mengoperasikan koperasi itu secara sehat, modern, dan berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga: Pembentukan Kopdes di Kaur Terkendala Jalan Rusak dan Tak Ada Listrik, Mendes Siap Cari Solusi
Tiga faktor utama yang menjadi prioritas untuk mendukung pengoperasian koperasi adalah: regulasi yang tidak multitafsir, mitigasi risiko yang adaptif, serta digitalisasi sistem yang terintegrasi. Ketiga aspek ini diyakini dapat menciptakan ekosistem koperasi yang tangguh di tingkat desa.
Menurut Budi Arie, keberhasilan program Kopdes Merah Putih dapat menjadi titik balik perubahan ekonomi desa. Ia menegaskan bahwa melalui koperasi yang kuat, konsep keadilan sosial yang diamanatkan konstitusi bisa diwujudkan secara nyata.
“Ini bukan sekadar program, ini perjuangan sejarah. Kita semua punya tanggung jawab moral agar tidak mengulang kegagalan masa lalu dalam memuliakan koperasi,” tegasnya.
Dengan bekal integritas, kerja cerdas, dan kerja keras, Kemenkop berharap Kopdes Merah Putih menjadi simbol baru perekonomian desa yang mandiri, adil, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









