Ekonom Harap Pemerintah Segera Realisasikan Komitmen Penghapusan Outsourcing

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto didorong untuk segera merealisasikan janji penghapusan sistem outsourcing yang disuarakannya dalam peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2025.
Ekonom dan pakar kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat, menegaskan, wacana tersebut tidak boleh berhenti sebagai sekadar retorika seremonial.
Ia menantikan aksi konkret dari Presiden Prabowo untuk membuktikan komitmen tersebut.
"Janji penghapusan outsourcing yang diumumkan Presiden Prabowo tidak boleh berhenti sebagai retorika seremonial," ujar Achmad kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Menurut Achmad, pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah strategis, di antaranya:
-
Melakukan revisi total terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan dan peraturan turunannya.
-
Menyiapkan kebijakan transisi yang adil bagi perusahaan dan pekerja terdampak.
-
Menegaskan sikap negara untuk melindungi pekerja dari sistem kerja yang eksploitatif.
"Ini bukan soal menolak modernisasi industri atau menghambat investasi, tetapi soal membenahi relasi industrial yang tidak adil," tegas Achmad.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Europa Malam Ini: MU vs Bilbao, Bodo/Glimt vs Tottenham
Ia menekankan, negara harus berpihak kepada buruh untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang manusiawi dan berkeadilan, bukan semata memfasilitasi kepentingan pemilik modal besar.
Sebelumnya, dalam perayaan May Day di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025), Presiden Prabowo mengumumkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Di antaranya:
-
Membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang berisi tokoh-tokoh pimpinan buruh untuk memberi masukan langsung kepada Presiden terkait kebijakan ketenagakerjaan.
-
Membentuk Satgas PHK untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap pekerja Indonesia.
-
Mendukung penyelesaian RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
-
Mendorong pembentukan UU Perlindungan Pekerja Laut.
-
Dan yang paling disorot: komitmen mempercepat penghapusan sistem outsourcing di Indonesia.
"Saya akan meminta Dewan Kesejahteraan Nasional untuk mencari cara secepatnya menghapus outsourcing," tegas Prabowo dalam pidatonya di hadapan ribuan buruh.
Achmad menambahkan, tantangan utama Prabowo bukan hanya pada aspek regulasi, melainkan juga keberanian politik untuk memutus ketergantungan sebagian sektor industri pada sistem outsourcing yang selama ini kerap menempatkan pekerja pada posisi rentan.
"Ini momentum emas. Bila dikelola dengan benar, reformasi ketenagakerjaan bisa menjadi warisan besar pemerintahan Prabowo," tutupnya.
Baca Juga: 88rising dan Levi’s Hadirkan “Road to Future Asian Music,” Ada Ramengvrl, Dipha Barus dan Egnever
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








