AKURAT.CO Anggota Komisi XII DPR RI, Totok Daryanto menegaskan bahwa rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi keputusan politik yang tidak dapat diabaikan.
Ia menekankan bahwa pembahasan seharusnya tidak lagi berkutat pada perlu atau tidaknya PLTN, melainkan sudah masuk ke tahap pemilihan skenario pembangunan yang paling tepat bagi Indonesia, baik dari sisi biaya, keamanan, hingga efisiensi.
"Masalah PLTN itu sudah menjadi keputusan politik. Sesuatu yang tidak bisa diabaikan lagi. Apalagi dengan regulasi-regulasi sudah kita tetapkan. Jadi kita mestinya mulai berpikir, gimana cara bangun PLTN yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Tentu yang paling efisien dan paling aman. Kita nggak lagi membahas dari awal, ini penting atau tidak," jelasnya di sela Rapat di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Totok juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk membangun penerimaan publik terhadap kehadiran PLTN.
"Tergantung bagaimana kita melakukan sosialisasi. Kita sudah berani menggeser PLTN dari prioritas terakhir menjadi bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan energi nasional," ujar Politisi Fraksi PAN ini.
Dalam rapat tersebut, tiga skenario pengembangan PLTN sempat dipresentasikan. Totok mendorong agar DPR dan pihak eksekutif mendalami setiap opsi secara komprehensif sebelum mengambil keputusan akhir.
"Skenario 1, 2, dan 3 harus didalami. Apa persoalannya, berapa biayanya, dan lain sebagainya. Kita harus mulai memilih mana yang paling sesuai dengan kondisi kita sekarang," tegasnya.
Selain itu, Totok juga mengusulkan agar lembaga seperti PATAN (Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Nuklir) berada di bawah pengawasan Komisi XII DPR RI, mengingat perannya yang sangat strategis dalam pengembangan PLTN dan energi nasional.
"Ini bukan soal mitra komisi, tapi kebutuhan nasional. Ketika PLTN jadi prioritas, maka tidak mungkin PATAN yang punya peranan besar justru berada di komisi lain," tandasnya.
Legislator Dapil DIY ini juga mendorong agar RDP selanjutnya dikhususkan untuk membahas pengembangan PLTN secara lebih mendalam dan produktif, mengingat kompleksitas teknis dan strategis dari kebijakan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla










