Harga Pangan Melonjak Saat Lebaran? Tenang, Akan Normal dalam Sepekan!

AKURAT.CO Lebaran selalu identik dengan hidangan lezat yang menggugah selera. Namun, di balik kemeriahan Hari Raya, lonjakan harga bahan pangan kerap menjadi kekhawatiran bagi masyarakat.
Dari cabai rawit yang meroket hingga minyak goreng yang sulit ditemukan, fenomena ini seolah menjadi tradisi tahunan.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa kenaikan harga ini hanya sementara.
Dalam waktu satu minggu setelah Lebaran 2025, harga komoditas pangan dipastikan kembali stabil.
"Jangan kaget kalau hari ini harga naik. Banyak pedagang libur, jadi stok di pasar berkurang. Minyak goreng pun mungkin agak susah karena distribusi dari pabrik juga berhenti sementara. Tapi tenang, seminggu setelah Lebaran semua akan kembali normal," ujar Zulhas di Jakarta, Senin (31/3/2025).
Meski mengalami kenaikan, Zulhas memastikan bahwa stok pangan tetap aman dan terkendali. "Tidak perlu panik. Stok tersedia dan harga masih dalam batas wajar," tambahnya.
Baca Juga: Tayang di Amerika, Film Pabrik Gula Gemparkan Satu Studio
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turut memantau fluktuasi harga menjelang Lebaran. Berdasarkan survei di tujuh wilayah, hampir semua komoditas pangan mengalami kenaikan, dengan cabai rawit menjadi yang tertinggi.
Di Bandung, harga cabai rawit melonjak hingga Rp115.000 per kilogram, naik 53 persen dibanding sebelumnya.
Di Samarinda lebih parah, harga di pasar modern menembus Rp167.450 per kilogram. Yogyakarta juga mengalami kenaikan yang signifikan.
Bagi penggemar makanan pedas, kondisi ini tentu menguras kantong. Banyak orang akhirnya memilih mengurangi penggunaan cabai atau beralih ke bumbu alternatif.
Fenomena kenaikan harga pangan menjelang dan saat Lebaran bukan hal baru. Beberapa faktor utama yang memengaruhinya antara lain:
- Lonjakan permintaan: Banyak orang membeli bahan makanan dalam jumlah besar untuk perayaan Lebaran.
- Gangguan distribusi: Libur panjang menyebabkan aktivitas pengiriman dan pasokan terhambat.
- Spekulasi pasar: Beberapa pedagang memanfaatkan momen ini untuk menaikkan harga demi keuntungan lebih besar.
Meskipun harga pangan melonjak, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk tetap berbelanja dengan bijak:
- Belanja lebih awal – Simpan bahan pangan sebelum harga naik, misalnya daging di freezer atau sayuran yang bisa diawetkan.
- Gunakan alternatif bumbu – Jika cabai terlalu mahal, coba ganti dengan sambal botolan atau rempah lain yang lebih terjangkau.
- Kurangi konsumsi berlebihan – Sesuaikan menu dengan bahan yang lebih terjangkau untuk menghemat pengeluaran.
- Pantau harga di beberapa tempat – Bandingkan harga di pasar yang berbeda untuk mendapatkan harga terbaik.
- Gunakan aplikasi pemantauan harga – Beberapa aplikasi menyediakan update harga bahan pokok secara real-time.
Meski saat ini harga melonjak, masyarakat tidak perlu panik.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga pangan akan kembali normal sekitar satu minggu setelah Lebaran, ketika distribusi dan operasional pasar berjalan seperti biasa.
Selain itu, pemerintah dan KPPU terus melakukan pemantauan untuk memastikan stok pangan tetap aman dan spekulasi harga tidak terjadi secara berlebihan.
Jadi, tetap tenang dan nikmati momen Lebaran dengan bijak dalam berbelanja!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








