Akurat Logo

Percepat Hilirisasi, Danantara Siapkan Investasi untuk Proyek Strategis

Demi Ermansyah | 15 Maret 2025, 16:00 WIB
Percepat Hilirisasi, Danantara Siapkan Investasi untuk Proyek Strategis

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat program hilirisasi dengan menyiapkan 21 proyek tahap pertama yang akan didanai dengan investasi sebesar USD40 miliar.

Dimana beberapa proyek strategis akan mendapatkan pendanaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa proyek-proyek yang masuk dalam agenda hilirisasi ini merupakan bagian dari target investasi senilai USD618 miliar hingga 2025.

"Kami sudah menyiapkan beberapa proyek strategis yang akan didanai melalui Danantara. Ini mencakup sektor energi, industri pengolahan mineral, serta sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan," ujar Bahlil di Jakarta, Sabtu (15/3/2025).

Baca Juga: Bahlil: Tak Ada Ampunan Bagi Pengoplos Elpiji Bersubsidi

Salah satu proyek utama dalam skema pendanaan ini adalah pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Nipah, Kepulauan Riau. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun kilang minyak berkapasitas 500 ribu barel per hari dan proyek hilirisasi dimetil eter (DME) berbahan baku batu bara sebagai substitusi impor LPG.

Tak hanya sektor energi, hilirisasi juga akan dilakukan di sektor mineral seperti tembaga, nikel, bauksit, dan alumina. Pemerintah menargetkan agar investasi ini tidak hanya mengandalkan modal asing, tetapi juga memanfaatkan sumber daya dalam negeri dan teknologi dari luar negeri.

"Pendanaan proyek-proyek ini tidak sepenuhnya bergantung pada investasi asing. Kita akan memanfaatkan sumber daya nasional dengan teknologi luar yang relevan," tegas Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.