Inggris Ambil Langkah Cepat Lindungi Industri Baja dari Ancaman Tarif AS

AKURAT.CO Pemerintah Inggris mengambil langkah strategis untuk melindungi industri bajanya setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam menerapkan tarif 25% pada impor baja dan aluminium.
Langkah ini dianggap krusial, mengingat sekitar 10% baja buatan Inggris diekspor ke AS.
Kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap industri dalam negeri.
Baca Juga: Alasan AS Ngebet Akuisisi 50 Persen Mineral Tanah Jarang Ukraina
Alokasi Dana untuk Industri Baja
Mengutip Bloomberg, Menteri Bisnis Inggris, Jonathan Reynolds, menegaskan bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar USD3,15 miliar guna menopang sektor baja.
"Langkah yang kami ambil saat ini mencerminkan kesiapan dalam menghadapi kebijakan dagang proteksionis AS. Meskipun begitu, negosiasi dan lobi akan tetap kami dorong agar tidak terjadi pengenaan tarif," ujar Reynolds.
Sebagian dari dana tersebut berasal dari Dana Kekayaan Nasional Inggris yang baru dibentuk, dengan tujuan memperkuat daya saing industri baja nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Baca Juga: Politisi AS Kecam Permintaan Inggris untuk Akses Data Enkripsi Apple
Strategi Negosiasi Inggris dengan AS
Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, optimistis bahwa Inggris dapat mencapai kesepakatan dagang yang menguntungkan dengan AS.
"Hubungan dagang antara Inggris dan AS saat ini cukup seimbang, tanpa surplus atau defisit yang besar. Sehingga, sebenarnya tidak ada alasan kuat bagi AS untuk menerapkan tarif impor yang merugikan," ucap Reeves.
Selain dampak terhadap perdagangan baja, tarif impor dari AS juga dikhawatirkan mempengaruhi industri manufaktur Inggris yang bergantung pada impor logam dari AS.
Oleh karena itu, strategi Inggris tidak hanya berfokus pada negosiasi dengan AS, tetapi juga pada penguatan produksi baja dalam negeri agar lebih kompetitif di pasar global.
Baca Juga: Politisi AS Kecam Permintaan Inggris untuk Akses Data Enkripsi Apple
Dorongan untuk Penggunaan Baja Lokal
Sebagai bagian dari langkah perlindungan industri, pemerintah Inggris juga mendorong penggunaan baja produksi lokal dalam proyek-proyek strategis.
Salah satu proyek utama adalah pembangunan landasan pacu ketiga di Bandara Heathrow, yang membutuhkan sekitar 400.000 ton baja.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan permintaan stabil bagi industri baja Inggris, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan dagang internasional.
"Di era perdagangan global yang penuh tantangan ini, penting bagi Inggris untuk menjaga industri baja tetap kuat dan mandiri," ujar Andy Prendergast, Sekretaris Nasional GMB Union.
Dengan ancaman tarif impor 25% dari AS, Inggris mengambil langkah cepat melalui investasi besar, negosiasi dagang, dan penguatan produksi lokal.
Pemerintah berharap strategi ini dapat melindungi industri baja nasional dari dampak kebijakan proteksionis AS, sekaligus meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian






