Arti Masya Allah Tabarakallah dan Cara Menjawabnya

AKURAT.CO Pernah mendengar ucapan “Masya Allah Tabarakallah” dalam percakapan sehari-hari? Ungkapan ini kerap terdengar di kalangan umat Muslim, terutama ketika seseorang merasa kagum, terpesona, atau melihat sesuatu yang indah dan luar biasa. Namun, apa sebenarnya arti dari kalimat ini, kapan sebaiknya diucapkan, dan bagaimana cara menanggapinya dengan tepat? Artikel ini akan membahas secara lengkap makna, konteks, dan etika menjawab ucapan Masya Allah Tabarakallah agar kita bisa menggunakannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Arti dari Ucapan Masya Allah Tabarakallah
Secara bahasa, Masya Allah Tabarakallah (ما شاء الله تبارك الله) berasal dari bahasa Arab. Menurut Gramedia.com, artinya kurang lebih:
“Apa yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Maha Suci Allah, segala keberkahan hanya milik-Nya.”
Masya Allah (مَا شَاءَ اللّٰهُ) berasal dari akar kata syaa’a yang berarti “menghendaki”. Artinya: “Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi.”
Tabarakallah (تَبَارَكَ اللّٰهُ) berasal dari akar kata baraka yang berarti “berkah”. Maknanya: “Maha Suci Allah, segala keberkahan hanya milik-Nya.”
Ucapan ini biasanya dilafalkan saat seseorang menyaksikan sesuatu yang menakjubkan, mengagumkan, atau indah. Dengan mengucapkannya, kita mengakui kebesaran Allah SWT sekaligus mendoakan agar hal yang dikagumi tersebut senantiasa diberkahi.
Makna Spiritual di Balik Masya Allah Tabarakallah
Selain sebagai pujian, Masya Allah Tabarakallah juga memiliki makna doa. Ungkapan ini menumbuhkan rasa syukur, kekaguman, serta melindungi hati dari rasa iri atau dengki. Dalam Islam, konsep ini sejalan dengan ajaran tentang kalimat thayyibah (perkataan yang baik), yaitu ucapan yang mendorong perbuatan baik, sopan, dan mengandung doa.
Dengan mengucapkan Masya Allah Tabarakallah, kita:
-
Mengakui bahwa semua terjadi atas izin Allah.
-
Mendoakan keberkahan bagi apa yang dikagumi.
-
Menumbuhkan komunikasi yang harmonis dan etika sosial yang baik.
Kapan Sebaiknya Mengucapkan Masya Allah Tabarakallah?
Tidak ada aturan khusus dalam Islam tentang kapan harus mengucapkan lafaz ini. Rasulullah SAW dan para sahabat menggunakan berbagai ungkapan zikir sesuai konteks. Contohnya:
-
Abu Hurairah RA pernah mengucapkan Subhanallah ketika terkesan pada suatu momen.
-
Sayidina Umar RA terkadang melafalkan Allahu Akbar sebagai ungkapan takjub.
Dengan demikian, berbagai lafaz zikir termasuk Masya Allah Tabarakallah bisa digunakan ketika melihat keindahan alam, kesuksesan orang lain, kebaikan, atau nikmat dari Allah SWT.
Perlukah Menjawab Masya Allah Tabarakallah?
Ketika seseorang mengucapkan Masya Allah Tabarakallah kepada kita, menanggapinya dengan jawaban yang sopan menunjukkan kerendahan hati dan rasa syukur. Beberapa jawaban yang umum digunakan:
-
Jazakallahu khoir – Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.
-
Barakallahu fiik / Barakallahu fiikum – Semoga Allah memberkahi kamu/kalian.
-
Wafiika barakallah – Semoga Allah juga menurunkan keberkahan untukmu.
-
Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah – Semua terjadi atas kehendak Allah; tiada kekuatan kecuali dari-Nya.
-
Syukron, barakallahu fiik – Terima kasih, semoga Allah memberkahi dirimu.
Dengan jawaban ini, interaksi sosial tetap hangat, penuh doa, dan menunjukkan kesadaran spiritual.
Kesimpulan
Ucapan Masya Allah Tabarakallah bukan sekadar pujian, tetapi juga doa yang menumbuhkan rasa syukur, kekaguman, dan keberkahan. Menggunakannya dengan tepat—dan menanggapinya dengan sopan—mencerminkan etika sosial yang baik serta meneguhkan iman. Jadikanlah kalimat ini sebagai bagian dari komunikasi sehari-hari untuk mengekspresikan kekaguman, sekaligus mendoakan keberkahan bagi sesama.
Selalu ucapkan Masya Allah Tabarakallah ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, dan jangan lupa menjawabnya dengan doa yang hangat agar keberkahan senantiasa menyertai hidupmu.
Baca Juga: Lirik Mahallul Qiyam untuk Acara Maulid Nabi dalam Bahasa Arab dan Artinya
Baca Juga: Shalawat Nabi Penarik Rezeki yang Dapat Mempercepat Kekayaan, Insya Allah Manjur
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





