Kapan Nabi Muhammad Lahir? Ini Riwayat Lengkap Rasulullah SAW yang Perlu Kamu Tahu

AKURAT.CO Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan Islam. Tidak hanya menjadi tonggak awal lahirnya sosok Rasul terakhir, peristiwa ini juga selalu diperingati umat Islam di seluruh dunia lewat Maulid Nabi. Namun, tahukah kamu sebenarnya Nabi Muhammad lahir tanggal berapa?
Riwayat mengenai waktu kelahiran Nabi Muhammad memang memiliki beberapa perbedaan, tapi yang paling populer adalah tanggal 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah, yang bertepatan dengan sekitar tahun 570–571 Masehi. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW beserta riwayat yang melingkupinya.
Riwayat Tanggal Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Sejumlah ulama dan sejarawan Islam mencatat berbagai pendapat mengenai tanggal pasti kelahiran Rasulullah.
-
Riwayat paling masyhur menyebut Nabi Muhammad lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah. Dalam literatur sejarah, tahun ini dikenal dengan kisah pasukan gajah Raja Abrahah yang hendak menyerang Ka'bah namun dihancurkan oleh burung ababil, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Fil.
-
Pendapat ini diriwayatkan Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas: "Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal 12 di malam yang tenang pada bulan Rabi'ul Awwal, Tahun Gajah."
-
Imam Izzuddin bin Badruddin al-Kinani dalam kitab al-Mukhtashar al-Kabir fi Sirah al-Rasul menegaskan bahwa riwayat ini adalah yang paling shahih.
Meski demikian, ada juga riwayat lain:
-
Al-Mas'udi, seorang sejarawan, berpendapat Nabi lahir pada 8 Rabiul Awal, empat hari lebih awal dari pendapat populer. Ia mencocokkan peristiwa kelahiran dengan kedatangan pasukan bergajah Raja Abrahah yang terjadi sekitar 50 hari sebelum kelahiran Nabi.
-
Mahmud Al-Falaki Al-Mashari, pakar ilmu falak asal Mesir, menyebutkan bahwa Nabi Muhammad lahir pada 9 Rabiul Awal tahun 571 Masehi, atau 55 hari setelah kekalahan pasukan gajah.
-
Riwayat Qays bin Makhramah menyebut bahwa dirinya dan Nabi lahir di tahun yang sama, meskipun tidak menyebut tanggal pasti.
Dari berbagai pendapat ini, mayoritas ulama tetap sepakat bahwa 12 Rabiul Awal Tahun Gajah adalah waktu kelahiran yang paling kuat berdasarkan dalil sejarah.
Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb di kota Mekah. Sayangnya, ayah beliau telah wafat sebelum Nabi dilahirkan, meninggalkan warisan sederhana berupa beberapa ekor unta dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman.
Aminah dikisahkan mengalami tanda-tanda istimewa saat mengandung Nabi. Ia pernah mendengar suara yang mengatakan bahwa dirinya tengah mengandung "raja Arab", serta melihat cahaya keluar dari perutnya hingga menerangi wilayah Basrah di Syam (Syria).
Setelah Nabi lahir, Aminah segera menyampaikan kabar gembira itu kepada kakeknya, Abdul Muthalib. Sang kakek lalu membawa bayi tersebut ke Ka'bah dan memberinya nama Muhammad, seraya berkata: “Aku berharap ia akan dipuji seluruh bumi ini.”
Masa Kecil dan Julukan “Al-Amin”
Sejak kecil, Nabi Muhammad tumbuh sebagai yatim piatu. Ibunya wafat ketika beliau berusia enam tahun, sehingga Nabi diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib, lalu pamannya Abu Thalib.
Meski tumbuh dalam kondisi sederhana, Nabi dikenal dengan sifat jujur, cerdas, dan terpercaya. Karena kepribadiannya itu, masyarakat Mekah menjulukinya Al-Amin, yang berarti orang yang bisa dipercaya. Julukan ini kelak menjadi modal besar dalam dakwah Islam.
Pernikahan dengan Khadijah dan Awal Dakwah
Ketika beranjak dewasa, Nabi Muhammad bekerja sebagai pedagang. Kejujuran dan kepiawaiannya menarik perhatian seorang saudagar kaya, Khadijah binti Khuwailid. Khadijah kemudian melamar Nabi dan mereka menikah ketika beliau berusia 25 tahun. Dari pernikahan ini, lahir beberapa anak, termasuk Fatimah Az-Zahra yang menjadi cikal bakal keturunan Nabi.
Pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad sering menyendiri di Gua Hira. Di tempat inilah beliau menerima wahyu pertama dari Malaikat Jibril berupa ayat-ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menandai awal kenabian dan misi dakwah Islam.
Dakwah Nabi Muhammad di Mekah dan Hijrah ke Madinah
Pesan tauhid yang dibawa Nabi awalnya ditentang keras oleh kaum Quraisy. Meski menghadapi tekanan, beliau terus berdakwah secara sabar dan konsisten. Setelah lebih dari satu dekade menghadapi penindasan, Nabi dan para pengikutnya melakukan hijrah ke Madinah pada tahun 622 M.
Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan awal dari terbentuknya masyarakat Islam yang berlandaskan syariat, persaudaraan, dan keadilan sosial.
Penaklukan Mekah dan Meluasnya Islam
Delapan tahun setelah hijrah, Nabi Muhammad berhasil merebut kembali kota Mekah tanpa perlawanan besar. Ka'bah dibersihkan dari berhala, dan Mekah ditetapkan sebagai pusat spiritual umat Islam. Dari sini, Islam menyebar semakin luas ke seluruh jazirah Arab.
Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Pada tahun 632 M atau 11 Hijriah, Nabi Muhammad jatuh sakit. Beliau wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal dalam usia 63 tahun, bertepatan dengan hari kelahirannya. Kepergian beliau menjadi duka mendalam bagi umat Islam, namun teladan hidupnya terus menjadi panutan hingga kini.
Penutup
Dari berbagai riwayat, mayoritas ulama menyepakati bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Peristiwa kelahiran beliau bukan hanya momen bersejarah, tapi juga awal hadirnya sosok yang menjadi teladan sepanjang masa.
Sejak kecil hingga wafat, perjalanan hidup Nabi penuh dengan pelajaran berharga tentang kesabaran, kejujuran, dan kepemimpinan. Tidak heran jika setiap tahun, umat Islam memperingati Maulid Nabi sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah.
Baca Juga: Asal-usul Kitab Diba’i Menjadi Budaya Nusantara dalam Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Baca Juga: Sejarah Awal Mula Adanya Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
FAQ
1. Nabi Muhammad lahir tanggal berapa?
Mayoritas riwayat menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah, sekitar tahun 570–571 Masehi.
2. Mengapa disebut Tahun Gajah?
Tahun Gajah merujuk pada peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah Raja Abrahah dari Yaman. Allah SWT menggagalkan serangan tersebut dengan mengirim burung ababil, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Fil.
3. Di mana Nabi Muhammad dilahirkan?
Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekah, yang pada saat itu merupakan pusat perdagangan sekaligus tempat Ka'bah berdiri.
4. Siapa orang tua Nabi Muhammad SAW?
Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, yang wafat sebelum Nabi lahir. Ibunya bernama Aminah binti Wahb.
5. Siapa yang mengasuh Nabi Muhammad setelah lahir?
Setelah lahir, Nabi Muhammad sempat diasuh oleh ibu susu, Halimah Sa’diyah. Ketika ibunya wafat, beliau kemudian dirawat oleh kakeknya Abdul Muthalib, dan setelah itu diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
6. Apakah ada perbedaan pendapat tentang tanggal lahir Nabi Muhammad?
Ya, selain tanggal 12 Rabiul Awal, ada pendapat lain yang menyebutkan Nabi lahir pada 8 Rabiul Awal (Al-Mas’udi) atau 9 Rabiul Awal (Mahmud Al-Falaki). Namun, tanggal 12 Rabiul Awal adalah yang paling populer di kalangan umat Islam.
7. Mengapa Maulid Nabi diperingati setiap tahun?
Maulid Nabi diperingati sebagai bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Momen ini juga dimanfaatkan untuk meneladani akhlak beliau yang mulia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






