Akurat Logo

Bakom RI Buka Suara soal Dugaan Penyadapan Prabowo: Pemerintah Siap Melawan!

Moehamad Dheny Permana | 6 November 2026, 08:07 WIB
Bakom RI Buka Suara soal Dugaan Penyadapan Prabowo: Pemerintah Siap Melawan!
Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan. - Foto: Bakom RI

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan, pemerintah akan melawan segala bentuk tindakan yang mengarah pada makar.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

Pernyataan itu disampaikan Syahganda menanggapi dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang belakangan menjadi sorotan.

Menurut Syahganda, dugaan penyadapan tersebut merupakan persoalan serius yang tidak dapat ditoleransi karena dinilai berpotensi mengancam keselamatan Presiden dan mengarah pada tindakan makar.

"Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena hal itu sudah mengarah ke tindakan makar. Kita harus melawan segala bentuk makar," ujar Syahganda dalam pernyataannya, Jumat (6/11/2026).

Ia menegaskan, Presiden merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang harus dijaga dan dihormati seluruh rakyat Indonesia.

Syahganda juga menilai pengkhianatan yang dilakukan pejabat negara terhadap Presiden perlu dipandang sebagai pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.

Baca Juga: KPK Periksa Enam Pejabat Bank BJB Terkait Korupsi Pengadaan Iklan

Karena itu, setiap dugaan pelanggaran harus ditangani melalui penegakan hukum.

"Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," paparnya.

Syahganda turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat persatuan nasional.

"Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa memecah-belah persatuan kita," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.