SOKSI Bahas Rivalitas AS-China dan Dampaknya terhadap Indonesia

AKURAT.CO Organisasi pendiri Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), menggelar diskusi rutin kader di Graha SOKSI, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Diskusi kali ini mengangkat tema “Pertarungan Major Power USA vs China dalam Perubahan Geopolitik Dunia serta Potensi dan Pengaruhnya terhadap Kondisi Politik, Ekonomi, dan Sosial di Indonesia”.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah kader senior SOKSI dengan menghadirkan narasumber Atase Pertahanan RI di Tehran, Iran periode 2009–2012, Mayjen TNI Budi Pramono.
Dalam paparannya, Mayjen Budi menjelaskan secara mendalam mengenai situasi geopolitik di Iran, termasuk sejarah dan dinamika konflik negara tersebut dengan sejumlah kekuatan besar dunia, terutama Amerika Serikat.
Menurut dia, kondisi geopolitik global saat ini berada dalam situasi yang tidak menentu akibat rivalitas negara-negara besar dunia.
Ia menyoroti fluktuasi sektor energi global yang dinilai turut memengaruhi stabilitas internasional.
Karena itu, Indonesia diminta tetap waspada dan terus memantau perkembangan situasi global.
Baca Juga: Apa Sanksi Telat Lapor SPT Tahunan? Ini yang Perlu Diketahui
“Ya garis besarnya kalau menurut saya ini memang situasi global kan memang tidak baik-baik saja. Tentunya naik turunnya energi global ini mau tidak mau ya minimal kita ikutin,” ujar Mayjen Budi.
Ia menegaskan, Indonesia harus memiliki kompas utama dalam merespons berbagai konflik dan dinamika global, yakni tetap mengedepankan kepentingan nasional.
Menurutnya, politik luar negeri Indonesia harus tetap berpijak pada prinsip nonblok sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
“Tentunya kita dalam hal ini mau tidak mau ya harus mendukung bagaimana kita mengangkat tinggi-tinggi kepentingan nasional kita,” ujarnya.
“Dan bagaimanapun juga dari awal Indonesia berdiri kita pada posisi nonblok seperti yang ada dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa kita cinta damai, cinta dengan kemerdekaan, dan menyelenggarakan perdamaian dunia,” lanjutnya.
Budi meyakini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah memiliki strategi dan kesiapan dalam menghadapi tantangan geopolitik global tersebut.
Ia optimistis langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah akan tetap mengacu pada amanat konstitusi demi menjaga stabilitas nasional dan memperjuangkan kepentingan Indonesia di tengah persaingan global.
“Saya yakin dan percaya apapun yang dilakukan oleh Bapak Presiden tentunya tidak lepas dari Pembukaan UUD 1945, untuk mencapai perdamaian dunia dan tentunya pasti untuk mengangkat kepentingan nasional kita. Itu yang pasti,” tegas Mayjen Budi yang kini menjabat sebagai Pa Sahli Tk III Kasad Bid Jahpers.
Baca Juga: Perkuat Bisnis Komersial, PELNI Angkut 55 Ribu Ton Batu Bara per April 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat
- 10KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji









