Dukungan Partai Gema Bangsa ke Prabowo di Pilpres 2029 Bukan Keputusan Pragmatis

AKURAT.CO Dukungan Partai Gema Bangsa kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju di Pemilihan Presiden 2029 bukan sebagai keputusan yang pragmatis.
Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Joko Kanigoro, memastikan bahwa keputusan ini juga bukan sebuah upaya untuk menumpang pada kekuasaan.
Menurutnya, keputusan tersebut adalah keputusan politik yang sadar, keras dan penuh risiko, untuk menempatkan Presiden Prabowo sebagai alat sejarah.
"Sebagai jalan transisi dan sebagai palu untuk menghantam struktur lama yang membuat Indonesia terus terjebak sebagai bangsa setengah merdeka," kata Joko, kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, hari ini Indonesia belum benar-benar mandiri dan berdaulat. Indonesja masih hidup dalam ekonomi yang dikendalikan oleh modal besar dan tunduk pada kepentingan global.
Baca Juga: WN Jerman Puji Becak Listrik Bantuan Prabowo: Inisiatif yang Bagus
Dalam konteks ini, Prabowo Subianto tidak boleh dibaca sebagai figur biasa. Melainkan alat transisi sejarah yang telah dibuktikan dengan segenap prestasi dalam menjalankan pemerintahannya.
Joko menilai Presiden Prabowo telah menunjukkan keberpihakan pada kepentingan rakyat dan membangkitkan kembali martabat bangsa dimata bangsa-bangsa lain.
"Dukungan pada Pilpres 2029 harus dipahami sebagai upaya merebut kembali negara dari tangan para pemilik modal, para perampok sumber daya dan para makelar kekuasaan," ujarnya.
Periode 2029-2034 harus dijadikan masa konsolidasi negara dengan memperkeras kedaulatan ekonomi, menegakkan kembali wibawa negara atas pasar dan memutus ketergantungan struktural pada asing dan oligarki domestik.
Karenanya, dalam menjalankan roadmap politik Partai Gema Bangsa, Prabowo Subianto adalah satu-satunya figur yang diyakikini dan terbukti memiliki keberanian.
Baca Juga: Bantuan Becak Listrik Prabowo Dorong Kesejahteraan Penarik Becak Sidoarjo
"Untuk diposisikan sebagai figur yang mampu memimpin fase penertiban, fase penataan ulang dan fase pemaksaan kehendak negara atas kepentingan pasar," tuturnya.
Dukungan terhadap Pabowo Subianto juga untuk menghindari spekulasi politik dalam menjalankan visi dan roadmap politik Partai Gema Bangsa.
Karena jika gagal, maka pergantian pemerintahan hanya akan menjadi episode lain dari kekuasaan yang tidak mengubah apa-apa.
"Jika 2029 adalah pintu, maka Prabowo Subianto harus menjadi palu yang menghancurkan engsel lama. Jika 2045 adalah tujuan, maka hari ini adalah medan tempur penentu: apakah Indonesia akan berdiri sebagai bangsa mandiri atau selamanya menjadi republik yang dikelola tapi tidak pernah mandiri dan berdaulat," Joko menerangkan.
Sebelumnya, Partai Gema Bangsa mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali berkontestasi di Pilpres 2029. Dukungan tersebut dinyatakan dalam acara deklarasi nasional di JCC, Senayan, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: PGI Apresiasi Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan: Langkah Strategis Lindungi Lingkungan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









