Akurat

Seruan Demo 25 Agustus 2025 Ramai di Medsos, Desakan Bubarkan DPR Menggema

Ahada Ramadhana | 24 Agustus 2025, 22:27 WIB
Seruan Demo 25 Agustus 2025 Ramai di Medsos, Desakan Bubarkan DPR Menggema

AKURAT.CO Ramai perbincangan di media sosial ajakan untuk melakukan demo 25 Agustus 2025.

Ajakan untuk kembali turun ke jalan dengan demo 25 Agustus 2025 mengepung Gedung DPR menyebar dengan pesat melalui berbagai platform media sosial.

Warganet menyerukan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Seruan aksi menjadi bentuk sentimen negatif yang tidak terbendungkan lagi terhadap kinerja DPR sebagai wakil rakyat.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Kepala Daerah dari Gerindra Jaga Perilaku Usai Ricuh Demo Bupati Pati

"Sentimen publik terhadap DPR memuncak, netizen Seruan Demo Bubarkan DPR!!! Gelombang seruan untuk membubarkan DPR RI yang ramai di media sosial menjelang 25 Agustus 2025 bukanlah tanpa sebab," tulis akun @Heraloexxx di platform X, Minggu (24/8/2025).

Bagai gayung bersambut, warganet lainnya juga memberikan instruksi dengan lebih jelas untuk demo 25 Agustus 2025 besok.

"Demo Akbar Mahasiswa, rakyat, buruh, kpsi Di Gedung DPR-RI pada tanggal 25 Agustus 2025. Untuk proteksi diri dan aman pakai polybag/plastik sebagai penutup kepala untuk pelindung saat tembakan gas air mata diarahkan kepada kita," jelas akun X @NenkMonxxx.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sesalkan Sikap Arogansi Bupati Pati yang Tantang Warga Demo

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengatakan bahwa narasi membubarkan DPR merupakan sikap yang keliru.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," jelas Sahroni, di sela kunjungan kerja di Polda Sumut, pada Jumat (22/8/2025).

"Bubarkan DPR, kadang kadang nih ya masyarakat boleh kritik, boleh komplain boleh caci maki, enggak apa apa kita terima, tapi ada adat istiadat yang mesti disampaikan," tambah Sahroni.

Baca Juga: Demo Ojol 21 Juli Sepi, URC Tegaskan Tolak Status Buruh dan Dukung Skema Potongan 20 Persen

Pengamat politik, Iwan Setiawan, menilai komentar Sahroni hanya akan memperburuk situasi.

"Pernyataan Ahmad Sahroni itu kurang bijak dan cenderung memantik kemarahan publik. Harusnya dipahami, seruan pembubaran DPR adalah ekspresi kekecewaan rakyat atas kinerja legislatif, terutama terkait kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR," katanya pada Sabtu (23/8/2025).

Menurut Iwan, keputusan menaikkan gaji dan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi yang sulit membuat masyarakat kecewa.

Baca Juga: Pekerja Perempuan Soroti PHK Tidak Adil saat Demo May Day 2025 di DPR

"Bayangkan, rakyat susah cari kerja, harga barang naik, pajak semakin mencekik. Tapi gaji dan tunjangan DPR justru naik, bahkan pajaknya ditanggung negara," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK