Akurat Logo

Soal Pertemuan Prabowo–Megawati, Dasco: Segera Terjadi

Oktaviani | 7 April 2025, 22:56 WIB
Soal Pertemuan Prabowo–Megawati, Dasco: Segera Terjadi

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera bertemu dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Pertemuan dua tokoh besar bangsa ini disebut-sebut tinggal menunggu waktu yang tepat.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa komunikasi antara Gerindra dan PDI Perjuangan terus berjalan intens dan progresif.

Tujuannya: mempertemukan Prabowo dan Megawati dalam suasana silaturahmi pasca-Lebaran.

"Sudah ada pembicaraan serius agar pertemuan ini segera terjadi," ujar Dasco dalam keterangan tertulis, Senin (7/4/2025).

Isyarat itu juga menguat dalam momen halalbihalal yang digelar di kediaman Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rabu (2/4/2025).

Namun, soal lokasi dan waktu pertemuan, Dasco belum memberi bocoran. Yang jelas, kata dia, ini bukan pertemuan politik biasa.

Baca Juga: Besok, Prabowo Akan Sampaikan Strategi Pemerintah Atas Kebijakan Tarif AS

"Fokusnya adalah mempererat silaturahmi antara dua tokoh penting bangsa," katanya.

Sinyal positif makin kuat setelah putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo alias Didit, lebih dulu berkunjung ke kediaman Megawati saat Lebaran.

Langkah itu dipandang sebagai pembuka jalan untuk pertemuan Prabowo–Megawati di tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F Ismail, menyoroti peran krusial Dasco di balik rencana ini.

Menurutnya, Dasco adalah sosok yang bekerja senyap namun strategis dalam menjembatani komunikasi antar elite dua partai besar.

"Publik mungkin tak melihat perannya secara langsung, tapi Dasco adalah arsitek komunikasi politik yang efektif. Ia jadi tokoh kunci yang merangkai proses ini di balik layar," ujar Yakub.

Ia juga menilai bahwa pertemuan Prabowo dan Megawati bisa menjadi momentum penting untuk menyatukan energi politik bangsa demi pembangunan nasional yang lebih solid.

"Negeri ini sudah terlalu lama terjebak dalam polarisasi politik. Kita butuh konsolidasi visi dan semangat gotong royong, bukan sekadar persaingan kekuasaan," tegasnya.

Jika benar terealisasi, pertemuan ini bisa menjadi penanda era baru politik kebangsaan: lebih sejuk, lebih bersatu, dan berorientasi pada masa depan Indonesia yang lebih kuat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.