Akurat Logo

Fahri Hamzah: Bahlil Lahadalia Pemimpin yang Merangkak dari Bawah

Atikah Umiyani | 25 September 2024, 12:45 WIB
Fahri Hamzah: Bahlil Lahadalia Pemimpin yang Merangkak dari Bawah

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, mempunyai pandangan tersendiri terhadap sosok Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Dia mengatakan, Bahlil adalah sosok pemimpin dari Papua yang telah melewati proses panjang. Bahkan, Bahlil sempat mengawali karirnya sebagai sopir angkot.

"Pak Bahlil adalah pemimpin dari timur, dari Papua dan beliau benar-benar merangkak dari bawah, bahkan pernah menjadi sopir angkot di Papua saking bawahnya," kata Fahri kepada Akurat.co, Rabu (25/9/2024).

Baca Juga: Momen Jokowi Pamitan ke Masyarakat Bikin Erick Thohir dan Bahlil Sedih

Dia menilai, jaringan Bahlil menjadi lebih luas pasca dirinya terlibat aktif dalam sejumlah organisasi, termasuk saat memilih menjadi bagian dari Partai Golkar.

"Lalu kemudian perlahan-lahan masuk menjadi pengusaha kecil dan terlibat dalam HIPMI dan Golkar yang membuat jaringannya nya secara nasional meluas," ucapnya.

Menurutnya, Bahlil adalah sosok yang tak luput dari ciri khas kedaerahannya. Namun, hal itu justru membuat Bahlil lebih mudah disenangi banyak orang, termasuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)

"Style dan gaya orang Timur yang informal dan blakblakan serta humoris membuatnya disenangi oleh banyak orang termasuk presiden," tuturnya.

Sebagai Tokoh yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Fahri mengaku senang karena Bahlil sukses menjadi salah satu orang penting di Tanah Air dan bisa menjadi representasi bagi orang-orang Timur.

"Saya sebagai orang Timur tentu juga ikut senang kalau ada pemimpin Indonesia dari timur untuk merepresentasikan ke Indonesiaan kita secara lebih sempurna di masa masa yang akan datang," ungkap Fahri yang juga merupakan mantan Wakil Ketua DPR RI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.