Pertemuan Prabowo-Megawati Dinilai Membawa Kebaikan untuk Indonesia

AKURAT.CO Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra dan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kabarnya bakal terjadi.
Menanggapi isu tersebut, Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio (Hensat), menyatakan, pertemuan keduanya akan membawa manfaat positif bagi Indonesia.
Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menjadi momen penting dalam rekonsiliasi politik usai Pilpres dan Pileg 2024.
Baca Juga: Aliansi Repsol dan Honda di MotoGP Resmi Berakhir, Tinggalkan Kenangan Istimewa Selama 30 Tahun
"Jika pertemuan ini terjadi, ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Keduanya bertemu sebagai pemenang Pilpres dan Pileg, dan hal ini bisa membawa kebaikan dan perbaikan bagi Indonesia," ujar Hensat, Senin (16/9/2024).
Hensat menjelaskan, pertemuan ini memiliki makna penting, karena dapat menandai berakhirnya ketegangan politik antara PDI Perjuangan dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terjadi selama Pilpres 2024.
Selain itu, pertemuan ini bisa menjadi simbol potensi kolaborasi antara kedua tokoh untuk masa pemerintahan 2024-2029.
"Jika keduanya memahami pentingnya bekerja sama demi kemajuan Indonesia, maka ini akan sangat positif," tambahnya.
Baca Juga: Rano Karno Soroti Masalah Akses dan Parkir JIS, Janjikan Solusi Jika Terpilih
Namun, Hensat juga menegaskan, pertemuan ini tidak serta-merta memastikan PDI Perjuangan akan bergabung dengan koalisi pemerintahan.
PDI Perjuangan masih bisa berkolaborasi dengan pemerintah tanpa harus berada dalam koalisi resmi.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto akan segera bertemu sebelum pelantikan Prabowo dan Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.
Muzani berharap pertemuan ini dapat terlaksana dalam waktu dekat.
"InSya-Allah pertemuan akan terjadi. Mudah-mudahan sebelum pelantikan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Muzani juga menambahkan, Megawati dan Prabowo saling menyampaikan salam hormat satu sama lain.
Meskipun tidak merinci lebih jauh makna dari salam tersebut, ia menegaskan bahwa sikap saling menghormati di antara pemimpin bangsa adalah tradisi baik yang harus dipertahankan.
"Salam ini adalah bentuk penghormatan, doa kebahagiaan, dan pengharapan di antara para pemimpin. Ini adalah tradisi baik dalam menjaga silaturahmi," tutup Muzani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







