Jubir Prabowo Jelaskan Sumber Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, buka-bukaan mengenai asal muasal anggaran program makan bergizi gratis yang akan berlangsung selama lima tahun mendatang.
Dahnil menjelaskan, ada dua cara untuk menutupi anggaran program makan bergizi gratis yang cukup besar tersebut. Pertama, dengan memaksimalkan pendapatan negara dari berbagai sektor.
“Artinya untuk meng-cover program ini ya tugas kita sekarang, tugas dari Kementerian Keuangan nanti bagaimana kita bisa meningkatkan pendapatan, dari sektor pajak, termasuk dari program hilirisasi dan sebagainya,” kata Dahnil dikutip dari YouTube Cokro TV, Rabu (24/7/2024).
Baca Juga: Bursa Transfer: Ederson Diincar Klub Arab Saudi, Pep Guardiola Isyaratkan 'Beri Jalan'
Kedua, dengan mengecek secara detail alokasi anggaran di berbagai instansi. Hal ini sebagaimana yang pernah dikritik Presiden Joko Widodo terkait banyaknya anggaran yang terbuang sia-sia karena tidak jelas pemanfaatannya, seperti besarnya biaya perjalanan dinas dan lain-lain.
“Pak Jokowi kan sudah berulang kali melakukan otokritik terkait efisiensi di pemerintahan, birokrasi dan sebagainya. Nah, sebenarnya kalau saja ada yang menelusuri secara serius, maka kita itu akan mendapatkan jumlah anggaran yang cukup besar,” ujarnya.
Menurut Dahnil, anggaran yang bisa dikumpulkan dari pengecekan tersebut bisa sangat besar. Bahkan, ia memprediksi angkanya bisa mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.
“Saya tidak berani sebut angka jelasnya, tetapi menurut saya bisa puluhan hingga ratusan triliun, kalau kemudian kita telusuri dengan baik, di semua alokasi anggaran, banyak sekali loh,” ujarnya.
Baca Juga: Viral, Pesepeda Marah-marah Paksa Lintasi Jalur Cepat di Sudirman
Tidak hanya itu, dalam pemerintahan yang akan datang, Dahnil menegaskan bahwa Prabowo akan mengantisipasi kebocoran pendapatan negara hingga potensi terjadinya korupsi.
“Termasuk mengantisipasi kebocoran-kebocoran pendapatan negara bukan pajak, termasuk potensi korupsi,” ujarnya.
“Sebenarnya ketika kita bebas dari korupsi, efisiensi penggunaan anggaran itu hadir, maka otomatis peningkatan pendapatan kita akan terjadi,” sambungnya.
Sebagai informasi, dalam RAPBN tahun 2025, pemerintah tengah menganggarkan sebesar Rp 71 triliun untuk program makan bergizi gratis. Anggaran ini berpotensi akan terus meningkat setiap tahunnya karena implementasinya juga akan semakin luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






