Kriteria Cawagub Bobby: Harus Punya Chemistry Agar Jadi Dwitunggal yang Solid

AKURAT.CO Partai Golkar membeberkan beberapa kriteria yang dinilai cocok untuk menjadi pendamping Bobby Nasution dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 2024.
Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan salah satu kriteria yang menurutnya tepat adalah figur muda yang punya nilai tambah terhadap pencalonan Bobby. Figur tersebut juga harus punya ikatan yang kuat dengan Bobby.
"Apa itu misalnya ya tentu harus punya chemistry dengan pak Bobby, sehingga lima tahun ke depan ini mereka menjadi pasangan dwitunggal yang solid dalam menjalankan pemerintahan di Sumut," kata Doli kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga: Sudah Disepakati Koalisi, Golkar Dapat Porsi Cawagub untuk Bobby Nasution di Pilgub Sumut
Selain itu, calon pendamping Bobby juga harus memiliki popularitas dan elektabilitas yang bagus. Sehingga turut berperan dalam memperbesar peluang kemenangan pasangan saat bersaing di Pilgub Sumut.
Doli mengatakan, untuk menemukan figur dengan kriteria tersebut, pihaknya memerlukan waktu untuk mengkaji dahulu latar belakang politik dan kultural dari figur-figur yang ada.
"Yang kedua tentu figur itu nanti harus menambah kekuatan potensi kemenangan pak Bobby. Jadi itu yang harus kita kaji, dia dari latar belakang apa, latar kebudayaan seperti apa, latar politiknya seperti apa, basis kulturalnya seperti apa," ujarnya.
Sementara itu, cawagub yang akan menjadi pendamping Bobby nanti adalah kader Partai Golkar. Dimana hal ini sudah jadi kesepakatan partai dan Bobby juga menginginkan agar pendampingnya adalah figur yang berasal dari Golkar.
"Kan sudah ada lima selain Golkar dan Gerindra itu ada PAN, Demokrat, dan kemudian Nasdem. Nah kita sudah ada kesepakatan, dan pak Bobby juga berkeinginan wakil, cawagubnya itu adalah dari Partai Golkar," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







