Akurat Logo

Masih Banyak Kader PDIP Kritik Jokowi, Projo: Karena Kalah, Kalau Menang Beda Cerita

Atikah Umiyani | 4 Mei 2024, 14:08 WIB
Masih Banyak Kader PDIP Kritik Jokowi, Projo: Karena Kalah, Kalau Menang Beda Cerita

AKURAT.CO Relawan Pro Jokowi (Projo) merasa heran melihat sikap sejumlah elit PDI Perjuangan yang mencak-mencak kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Bendahara Umum DPP Projo, Panel Barus menduga, hal itu terjadi lantaran kekalahan PDIP dalam kontestasi Pilpres 2024. Dia menilai, semestinya kekecewaan itu tidak dilampiaskan kepada orang lain.

"Ini kan gara-gara PDIP kalah Pilpres kemarin lalu Pak Jokowi disalahkan atas kekalahan itu. Bahkan Pak Jokowi didiskreditkan," kata Panel kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/5/2024).

Baca Juga: PDIP Disebut Tak akan Gabung Pemerintah Selama Ada Kebersamaan Prabowo dan Jokowi

Menurutnya, lebih baik jika pihak yang kalah melakukan introspeksi dan evaluasi internal, daripada sibuk menyalahkan pihak lain. Rakyat pun memerlukan contoh kedewasaan dari para tokoh atau partai politik.

"Mungkin kalau jagoannya PDIP yang menang, beda cerita ya," ujar Panel.

Panel mengingatkan, Pilpres 2024 sudah selesai diselenggarakan dengan cara-cara yang transparan. Dia lantas mengajak semua pihak untuk saling menerima dan mau bekerja sama untuk kebaikan bangsa.

"Rakyat pemilih sudah beraktifitas seperti biasa. Para kontestan pemilu sudah bersatu, berpelukan. Sekarang waktunya bekerja sama, jangan diganggu dengan kemarahan dan sumpah-serapah," tukasnya.

Sebelumnya, ada sejumlah kader PDIP yang hingga kini masih terus melakukan kritik dan menyerang Jokowi. Salah satunya Hendrawan Supratikno yang menyebut Jokowi sebagai kader mbalelo atau pembangkang.

Selain itu, kemarahan sejumlah elite PDIP atas kekalahan di Pilpres 2024 juga muncul dalam berbagai gugatan, seperti gugatan hasil Pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi dan gugatan ke PTUN.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.