Megawati Dikabarkan Utus Puan untuk Temui Prabowo, Pengamat: Langkah Jitu Redam Situasi Politik Usai Pilpres 2024

AKURAT.CO Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dikabarkan mengutus Puan Maharani untuk menemui Presiden terpilih Prabowo Subianto. Jika benar, keputusan ini menjadi langkah jitu untuk meredam situasi politik pascapilpres 2024.
Diketahui, rencana Puan bertemu dengan Prabowo tersebut disampaikan oleh politisi PDIP Said Abdullah beberapa waktu yang lalu.
“Menurut saya, rencana pertemuan Puan dengan Prabowo adalah bagian dari diplomasi politik pascapilpres 2024,” kata Direktur Executive Partner Politik Indonesia, Abubakar Solissa saat dihubungi, Jumat (12/4/2024).
Baca Juga: Silaturahmi ke SBY di Cikeas, Prabowo: Lebaran Kita Datang ke Senior
Menurut dia, selain untuk meredam situasi politik, rencana pertemuan tersebut juga untuk mengatur jadwal pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.
“Kehadiran Puan juga sekaligus mengatur agenda pertemuan presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang direncanakan berlangsung setelah sengketa pilpres di MK selesai,” ucapnya.
Dikatakan Solissa, pertemuan Prabowo dan Puan ini memiliki dua perspektif yakni untuk kepentingan Prabowo usai memenangkan Pilpres 2024 dan meredam dibentuknya hak angket oleh DPR RI serta kepentingan PDIP agar posisi ketua DPR RI tetap ditangan PDIP.
Baca Juga: Bicara Persaingan Grup A Piala Asia U-23, Shin Tae-yong: Timnas Indonesia U-23 di Grup Neraka!
Langkah PDIP untuk mengamankan posisi Ketua DPR RI adalah langkah tepat, karena PDIP sendiri memiliki pengalaman pahit terkait perubahan amandemen UU MD3 yang menyingkirkan posisi mereka dari kursi Ketua DPR RI, sementara mereka (PDIP) adalah partai pemenang Pemilu 2014 lalu.
“Apalagi PDIP pernah punya pengalaman pahit di Pemilu 2014, dimana, saat itu PDIP sebagai partai pemenang pemilu tapi gagal memastikan posisi Ketua DPR karena perubahan UU MD3,” paparnya.
Meskipun begitu, lanjut Solissa pertemuan ini tak lantas membuat PDIP akan masuk dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. “Hubungan antara Megawati dan Jokowi serta Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka yang kurang baik akan menjadi faktor penghalang bagi PDIP untuk masuk dalam koalisi,” jelasnya.
Baca Juga: Kejuaraan Bulutangkis Asia: Jojo Amankan Tiket Semifinal dengan Putus Tren Negatif dari Lee Zii Jia
Lebih jauh Solissa, pertemuan Puan Maharani dan Prabowo Subianto akan meredam lajunya pembentukan hak angket di DPR RI.
“Pertemuan ini akan berdampak besar pada berlanjutnya hak angket di DPR RI. PDIP sebagai partai dengan kursi terbanyak sangat berpengaruh untuk pembentukan hak angket. Jika Megawati dan Prabowo jadi bertemu maka hak angket akan layu,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








