Ada Upaya Kubu Prabowo Perbesar Koalisi, Wacana Hak Angket Potensi Tersingkir

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, meyakini bahwa ada upaya dari kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk memperbesar dan memperkuat postur koalisi ke depan.
Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan upaya memperbesar koalisi itu juga akan menyingkirkan wacana penggunaan hak angket di DPR RI. Sebab, partai-partai yang mendukung hak angket akan berbalik arah menjadi pendukung pemerintah.
Baca Juga: PSI Dorong Jokowi Jadi Ketua Koalisi, Demokrat: Terserah Pimpinan
"Kalau ditanya terkait dengan apakah nanti akan ada koalisi besar dan lain sebagainya ini dalam rangka mengeliminir hak angket, saya kira upaya untuk memperkuat koalisi pasti ada," kata Khaeron, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Menurutnya, upaya tersebut diperlukan untuk memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran nanti. Di sisi lain, juga untuk memastikan bahwa program-program yang dicanangkan bisa berjalan dengan baik karena mendapat dukungan di DPR.
"Karena bagaimanapun pemerintah yang kuat didukung oleh partai-partai yang besar oleh kursi yang cukup di parlemen supaya berbagai program itu berjalan dengan baik," ucapnya.
Dia menilai, upaya memperbesar koalisi bisa terjadi karena Indonesia tidak mengenal sistem oposisi. Partai yang awalnya berseberangan pun sangat berpotensi pindah haluan.
"Sistem pemerintahan kita kan tidak mengenal oposisi sesungguhnya, hanya mengenal ya partai di dalam pemerintahan partai di luar pemerintahan, dan koalisinya pun kita ini kan koalisi tidak permanen bisa berubah rubah sesuai dengan situasional," tuturnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Bantah PPP Goyah Soal Hak Angket Gara-gara Diajak Gabung Koalisi Prabowo-Gibran
Kendati begitu, Khaeron mengaku masih belum tahu bagaimana langkah konkret dari kubu Prabowo tersebut untuk memperbesar koalisi bahkan mencegat hak angket. Dia menilai bahwa Demokrat belum dilibatkan terkait hal tersebut.
"Namun bagaimana upaya dan sampai saat ini saya tidak tahu. Upaya yang dilakukan ini kan sangat bergantung pada pak Prabowo dan apakah sejauh mana yang dilakukan untuk bisa mencegah hak angket, ya kami juga belum tahu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








